Ratusan Siswa SMK Disiapkan Hadapi MEA Lewat LKS

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Ratusan siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se Provinsi Banten akan mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tahun 2017. Kali ini, Kabupaten Pandeglang ditunjuk sebagai tuan rumah. Sebanyak 31 cabang lomba akan ditandingkan dan diikuti oleh belasan SMK se-Banten. Beberapa cabang lomba tersebut, diantaranya bidang tata boga, pelayanan restauran, informasi teknologi, desain situs internet, hingga robotik.

Asisten Daerah I Pemprov Banten, Anwar Mas’ud mengatakan, LKS adalah salah satu upaya meningkatkan mutu pendidikan. Melalui kegiatan ini pula, diharapkan dapat menimbulkan inovasi dan kreativitas siswa SMK guna meningkatkan kualitas pendidikan SMK. Mas’ud menjelaskan, melalui ajang LKS,

“Pemerintah menaruh harapan agar para siswa SMK bisa lebih terampil dan bersaing dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Karena, salah satu tantangan terbesar bagi pelaku pendidikan di Banten, yaitu persoalan kesiapan bersaing dalam MEA,” ujar Mas’ud dalam sambutannya ketika membuka Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tahun 2017 tingkat Provinsi Banten di Alun-alun Pandeglang, Senin (17/4/2017).

Dengan adanya pasar bebas MEA, kata dia, maka tenaga kerja asing akan lebih leluasa menjajaki dunia kerja di Indonesia. Maka ini lah yang perlu diantisipasi agar jebolan siswa SMK tidak tergerus oleh kedatangan tenaga kerja asing.

“Dengan demikian, karya-karya unggulan dari tangan terampil siswa SMK diharapkan bisa menjawab semua tantangan dan keraguan tersebut dalam rangka memenuhi kebutuhan pasar,” sambung mantan Inspektur Inspektorat Provinsi Banten itu.

Mas’ud menyebutkan, saat ini ada sekitar 600 SMK yang tersebar di Banten. Dimana 75 diantaranya, merupakan SMK berstatus negeri.

“Pada kesempatan ini, saya sampaikan salamat kepada siswa. Junjung tinggi jiwa sportivitas, baik individu maupun kelembagaan,” pesannya.

Ditempat yang sama, Bupati Pandeglang Irna Narulita menuturkan, ajang LKS merupakan ruang bagi siswa yang memiliki potensi tinggi, untuk membuktikan kualitasnya. Mengingat, ketersediaan tenaga kerja saat ini, harus betul-betul orang yang terlatih.

“Dari sini (LKS), semoga akan lahir siswa yang bisa membawa nama baik Pandeglang dan Banten. Karena ini adalah ruang bagi siswa yang memiliki potensi tinggi, untuk membuktikan kualitasnya. Kita harus mempersiapkan mereka di era MEA,” tutur bupati.

Oleh karena itu, Irna berharap melalui LKS, dapat melahirkan siswa yang mandiri, produktif, dan memikili daya saing dengan bangsa lain. Karena LKS menjadi ajang menjaring bakat siswa yang berpotensi berkembang dan bisa menjajaki ke tingkat yang lebih tinggi.

“Jika industri di Pandeglang sudah siap, mereka harus kembali ke Pandeglang. Sementara silakan mereka mencari pengalaman di luar daerah selagi bisa membawa nama baik Pandeglang,” terang bupati wanita pertama di Pandeglang tersebut. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...