Proses Pemakaman Satria Aditama, Terduga Teroris Asal Semarang

MENARAnews, Semarang (Jateng) – Jenazah terduga teroris asal Semarang yang dilumpuhkan oleh kepolisian di Kabupaten Tuban, Satria Aditama (19), akhirnya tiba di rumah duka, Jl. Karonsih II RT 05 / RW 04, Ngaliyan, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (12/04/2017) dini hari.

Jenazah Satria dibawa keluarga dan dikawal pihak kepolisian dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jawa Timur setelah melalui tes forensik dan pencocokan DNA dengan pihak keluarga.

Setelah tiba di rumah duka, jenazah sempat disemayamkan sekitar 10 menit. Puluhan warga sekitar tampak memadati rumah duka, untuk menunggu dan menghadiri prosesi kedatangan jenazah Satria.

Satria Aditama kemudian dishalatkan oleh warga di Masjid Baitussalam Ngaliyan dan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Giriloyo, Jl. Prof. Hamka Ngaliyan.

Menurut beberapa warga yang hadir di rumah duka, tidak ada penolakan terhadap almarhum.

“Tidak ada penolakan terhadap Satria Aditama, karena bagaimanapun juga dia warga sini. Urusan perilaku almarhum, biarkan dipertanggungjawabkan dengan Allah SWT. Kita hanya perlu mendoakan yang terbaik bagi almarhum dan keluarganya,” ujar Modin Desa Ngaliyan, Ahmad Zairi.

Koordinator Karang Taruna RT 05 RW 04 Desa Ngaliyan, Putra mengatakan, almahum merupakan salah satu pemuda yang dikenal baik oleh warga dan aktif dalam organisasi.

“Dia baik, dia bisa bersosialisasi dengan temannya. Dulu dia aktif di organisasi Karang Taruna RT 05 RW 04, namun kemudian sempat pasif sejak 4 bulan yang lalu,” katanya kepada wartawan Menaranews di rumah duka.

Dalam kesempatan itu, Wakapolrestabes Semarang AKBP R. Setijo Nugroho Hasto menghadiri proses pemakaman Satria Aditama. Dia sempat berbincang dengan keluarga almarhum dan ikut mengantarkan jenazah ke pemakaman.

“Kita ambil hikmah positif dari kejadian ini. Kita harus semakin meningkatkan kewaspadaan dan komunikasi antar warga, dalam rangka menanggulangi ajaran-ajaran yang tidak sesuai dengan ideologi Pancasila dan UUD 1945. Mari kita bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat untuk menanggulangi paham-paham terror yang tidak sesuai dengan tata kehidupan di Negara ini,” sebutnya.

Sebelumnya, Satria Aditama bersama kelima temannya berusaha melakukan penyerangan terhadap anggota Satlantas Polres Tuban, Sabtu (08/04/2017) sekitar pukul 09.00 WIB. Selanjutnya pihak kepolisian yang terdiri dari Brimob dan Densus 88 melakukan pengepungan dan terjadi baku tembak. Dalam aksi baku tembak itu, keenam terduga teroris akhirnya tewas di kebun sekitar perkampungan Desa Beji, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban. (da)

Editor: N. Arditya

Comments
Loading...