PP HIMAT : Hanya Orang Barbar yang merusak demokrasi di Cianjur

MENARAnews, kab. Cianjur (Jawa Barat) – Aksi kekerasan yang diterima oleh salah satu aktivitis Aliansi Masyarakat Sugih Mukti Cianjur (AYAT SUCI) setelah melakukan aksi unjukrasa terus mendapat sorotan tajam, pasalnya aksi kekerasan tersebut merusak sistem demokrasi dalam kebebasan menyampaikan pendapat dimuka umum.

Raden Muhammad Fadhil Fahmi, Ketua Umum pengurus pusat Himpunan Mahasiswa Tjianjur (HIMAT), mengutuk keras aksi kekerasan yang diterima oleh aktivitis tersebut.

“Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa Tjiandjur mengutuk keras aksi kriminalisasi yang dilakukan terhadap Sekretaris Umum kami, karena hal demikian hanya ditunjukan oleh orang-orang barbar dan pengecut yang didasari oleh ketakuan yang berlebih boroknya akan terbuka lebar.” ungkap Fadhil.

HIMAT beserta kelompok aktivitis lainnya tidak akan tinggal diam atas aksi kekerasan tersebut dan akan terus mengawal hingga tuntas kasus tersebut.

“Terakhir, Kami akan terus mengawal kasus ini sampai diketemukan siapa aktor intelektual dibelakangnya agar kedepannya hak berdemokrasi di tanah merdeka ini tidak dinodai oleh oknum-oknum barbar seperti demikian.” tambah Fadhil

Penyampaian pendapat dimuka umum merupakan hak setiap warga negara seperti yang diamanatkan oleh Undang-undang, sebagaimana termaktub didalam Pasal 1 (1) UU No. 9 Tahun 1998, bahwa kemerdekaan menyampaikan pendapat adalah hak setiap warga negara untuk menyampaikan pikiran dengan lisan, tulisan, dan sebagainya secara bebas dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Fadhil menjelaskan bahwa Undang-undang yang mengatur kemerdekaan mengemukakan pendapat antara lain diatur dengan Undang-Undang No. 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Terlebih apa yang kita aspirasikan tersebut berdasarkan fakta dan temuan di lapangan dan bukan karena asumsi.

Hal yang wajar adanya aksi unjuk rasa jika dianggap terdapat hal yang tidak sesuai atau yang tidak wajar dalam suatu sistem. Hal tersebutlah yang diungkapkan HIMAT dan AYAT SUCI dalam aksi unjukrasanya dalam menyikapi permasalahan di Kabupaten Cianjur diantaranya indikasi kasus korupsi dan mengangkat kembali mantan narapidana dalam lingkungan pemerintah kabupaten cianjur.

Fadhil mengungkapkan bahwa Cianjur bukanlah kota Barbar hanya karena tuntutan aksi dan demonstrasi menyikapi permasalahan di Kabupaten Cianjur oleh AYAT SUCI harus dinodai dengan adanya tindakan tak beretika dan cenderung barbar yakni kriminalisasi salah satu aktivis atau Sekretaris Umum Pengurus Pusat HIMAT yang bertujuan untuk menghentikan pergerakan atau aksi lanjutan juga sempat terjadi kontak fisik yang mengakibatkan luka memar dibeberapa bagian tubuh .

Sebelumnya Ifan Ridwan, Aktivis Ayat Suci yang terkena aksi kekerasan, mengaku dianiaya dua orang tak dikenal, pada Rabu (19/4/2017), saat dirinya hendak pulang ke rumahnya di Desa Meleber, Kecamatan Karangtengah, Cianjur. Ifan menyebut, pelaku mengancam akan menyikat habis dirinya dan keluarga, jika kembali ikut aksi demo mengritisi kebijakan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar. Ancaman yang keluar dari mulut salah satu pelaku, tepatnya berbahasa sunda dengan isi ancaman

“SIA LAMUN KATINGGALI MILU AKSI DEMO DEUI SIA JEUNG KELUARGA SIA MOAL TENANG HIRUP DICIANJUR” (jika kamu (Ifan) masih terlihat melakukan aksi demo lagi maka kamu beserta keluargamu tidak akan tenang hidup di Cianjur). Saat kejadian berlangsung, ada pengendara sepeda motor yang melintas dan sempat berteriak sehingga Kedua pelaku tersebut ketakutan dan kabur. Namun sebelum kabur, seorang pelaku kembali mengeluarkan ancaman, dengan bahasa sunda yang mengucapkan “TINGGALIKEUN JELEMA JELEMA NU SOK JENG SIA BAKAL BEAK KU AING HIJI HIJI” (Lihat orang-orang yang bersama kamu akan ku habisi satu persatu).

HIMAT dan AYAT SUCI berharap Polres Cianjur dapat segera mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap aktivitis tersebut. (OR)

Comments
Loading...