Peran Pemuda Dalam Menjaga Kedaulatan NKRI

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Konsesus nasional yang selama ini menjadi nilai-nilai dasar dalam penanaman, penumbuhan, dan pengembangan rasa, jiwa dan semangat kebangsaan yang menjadi pedoman bangsa Indonesia melakukan perjuangan mencapai cita-cita nasional, saat ini telah mengalami kemunduran (degradation), yaitu degradasi rasa, jiwa dan semangat kebangsaan.

Indikasi telah terjadinya degradasi tersebut terlihat semakin menipisnya kesadaran dan kurang dihayatinya tata kehidupan yang didasarkan pada nilai-nilai ideologi Pancasila dan Konstitusi pada hampir semua generasi bangsa. Dimana hasil identifikasi masalah karakter bangsa pada generasi muda diantaranya.

Masih maraknya tingkat kekerasan di kalangan generasi muda, Adanya kecenderungan sikap ketidakjujuran semakin membudaya, Berkembangnya rasa tidak hormat baik kepada orang tua, guru dan pemimpin, Sikap rasa curiga dan kebencian satu sama lain, Penggunaan bahasa Indonesia secara baik dan benar semakin menurun, Berkembangnya perilaku menyimpang di kalangan generasi muda seperti narkoba, pornografi, pornoaksi, dll.

Hal inilah yang disampaikan Anggota MPR RI Fraksi Partai Golkar Hj. Agati Sulie Mahyudin selaku narasumber pada kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI tentang Pancasila sebagai Dasar Ideologi Negara, Undang-Undang NKRI tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara Bheneka Tunggal Ika.

Kegiatan tersebut terselenggara atas kerjasama dengan DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Palangka Raya kamis (27/04) yang dihadiri pulihan mahasiswa, organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan, dan para pelajar. Dihari yang sama, kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI juga diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Palangka Raya bekerjasama dengan BEM UM.

Hj. Agati Sulie Mahyudin menyampaikan, indikasi terjadinya degradasi dapat dilihat dengan adanya Kecenderungan mengadopsi nilai-nilai budaya asing yang tidak sesuai norma hukum kita, Melemahnya idealisme, patriotisme dan spirit of nation, Meningkatnya sikap pragmatism dan hedonisme, serta semakin kaburnya kepedomanan dan sikap acuh tak acuh terhadap ajaran agama.

“Oleh karena itulah kita perlu mengangkat kembali nilai-nilai kebangsaan terutama nilai yang terkandung dalam konstitusi UUD 1945, demi meneguhkan kembali jati diri bangsa dan membangun kesadaran tentang sistem kenegaraan yang menjadi konsensus nasional, sehingga diharapkan bangsa Indonesia dapat tetap menjaga keutuhan dan mampu menegakkan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia di tengah terpaan arus globalisasi yang bersifat multidimensial.” jelasnya.

Nilai-nilai kebangsaan yang terkandung dalam UUD 1945, diantaranya Nilai demokrasi, mengandung makna bahwa kedaulatan berada ditangan rakyat, setiap warga negara memiliki kebebasan yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaran Pemerintahan. Nilai kesamaan derajat, setiap warga negara memiliki hak, kewajiban dan kedudukan yang sama di depan hukum,

Nilai ketaatan hukum, setiap warga negara tanpa pandang bulu wajib mentaati setiap hukum dan peraturan yang belaku

Berdasarkan nilai-nilai yang terkandung dalam UUD 1945 tersebut sudah mencakup segala aspek berbangsa dan bernegara yang disesuaikan dengan kondisi budaya masyarakat Indonesia saat ini dan masih sangat relevan dengan situasi dan kondisi bangsa meskipun dalam era globalisasi. Sehingga dapat di pedoman bagi seluruh masyarakat Indonesia.

“Menjaga kedaulatan NKRI adalah harga mati bagi generasi muda Indonesia untuk dapat meneruskan dan mengisi kemerdekaan Indonesia. Jika tidak ingin tertinggal dan dijajah oleh bangsa lain. Mejaga kedaulatan NKRI tidak hanya dengan berpangku senjata saja namun, generasi muda dengan ikut berpatrisipasi dalam kemajuan bangsa dengan memberikan gagasan-gagasan baru dan sumbangsih pikiran demi kemajuan bangsa ke depannya.” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Kegiatan sosialisasi 4 Pilar MPR RI tentang Pancasila sebagai Dasar Idiologi Negara, Undang-Undang NKRI tahun 1945 sebagai Konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk negara Bheneka Tunggal Ika dihadiri juga narasumber lain yakni Anggota MPR RI Fraksi PAN Hang Ali, dan dibuka langsung oleh Wakil Ketua MPR RIakil Ketua MPR RI Fraksi Partai Golkar H.Mahyudin.(arli)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...