Pemprov Kalteng Cabut 800.000 Ha Izin Perkebunan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Pemprov Kalteng terus melakukan upaya mengoptimalisasikan potensi-potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di wilayah Kalteng, sehingga hasilnya dapat menambah nilai Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta berdampak pada pembangunan daerah.

Tentunya hal tersebut dapat terwujud melalui melalui beberapa sektor yang ada, seperti pada sektor perkebunan di Kalteng, yang mana sampai dengan saat ini ada sekitar 3,8 Juta Hektar Izin Pekebunana Kelapa Sawit.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pada kegiatan Seminar Nasional dan Lokakarya yang dilaksanakan Sekretariat Jendral Ketahanan Nasional bekerja sama dengan Universitas Palangka Raya (UPR), Rabu (19/04) di salah satu hotel di Kota Palangka Raya.

Sugianto Sabran ketika itu menyampaikan, wilayah Kalteng memiliki potensi dan Sumber Daya Alam (SDA) yang ada cukup melimpah, akan tetapi masyarakatnya sendiri masih banyak yang miskin.

Bahkan,sektor perkebunan yang diharapkan dapat mampu memberikan tambahan terhadap pendapatan daerah serta peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) masih belum bisa terwujud dengan apa yang diharapkan selama ini.

“Plasma yang diwajibkan 20 persen untuk perkebunan masyarakat hanya ada beberapa PBS (Perusahaan Besar Swasta.red) yang melaksanakannya. Ini perlu adanya hubungan yang baik antara Pemerintah Daerah dengan pengusaha perkebunan,” jelas Sugianto.

Dia menyampaikan, dari 3,8 juta Hektar lebih izin perkebunan yang dikeluarkan, hanya ada 2 juta Hektar lahan yang digunakan, sementara lebih dari 1 juta Hektar lahan masih kosong dan tidak digunakan.

Pemerintah Daerah menegaskan, izin lahan perusahaan yang tidak ditanam selama 5 tahun lebih, ijinnya akan dicabut. Bukti dari ketegasan tersebut, bahwa saat ini ada sekitar 800.000 Ha izin perkebunan kelapa sawit dicabut izinya.

“Saya ingin sektor perkebunan memberikan sumbangsih kepada daerah dan masyarakat sehingga dari sumbangsih tersebut dapat meningkatkan PAD yang saat ini hanya 1,2 Triliun,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Jendral (Setjen) Wantannas Letkol. TNI Nugroho Widyotomo dalam sambutannya menyampaikan, salah satu sektor yang menunjang pembangunan yakni sektor pertanian.

“Merupakan sumber utama pangan yang dapat menuntaskan kemiskinan dan menyerap tenaga kerja. Selain itu juga, sektor Pertanian dapat meningkatkan Pendapatan Nasional. Sampai saat ini Perkebunan dan Pengasil CPO Indonesia terbesar di dunia,” jelas Nugroho.

Editor : Hidayat

Comments
Loading...