Pemko Medan Minta Masukan Akademisi Untuk Pengelolaan Pepohonan dan Pedestrian

MENARAnews, Medan (Sumut) – Pemko Medan melalui Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait pengelolaan pepohonan dan pedestrian di Kota Medan, Jumat (7/4/2017).

FGD yang digelar di Harritage Aston City Hall ini bertujuan untuk mengajak seluruh warga peduli terhadap kondisi pepohonan, pedistrian maupun lingkungan disekitarnya. Jika ini terwujud, Medan akan menjadi kota hunian yang indah, nyaman dan asri.

Dalam FGD yang dibuka Wakil Walikota Medan, Ir. Akhyar Nasution M.Si dihadirkan dua narasumber yakni Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. DR. Ir. Dodi Nandika dan Prof. DR. Ir. Hadi Susilo Arifin MS. Dengan latar belakang keilmuwan yang dimiliki, diharapkan keduanya dapat memberikan masukan bagaimana cara pengelolaan pepohonan dan pedistrian di Kota Medan sehingga hasilnya maksimal.

Wakil  Walikota sangat mengapresiasi digelarnya FGD ini.  Sebab, fungsi pepohonan sangat penting bagi kehidupan manusia. Apalagi Kota Medan memiliki banyak pohon maupun sejumlah taman yang hijau dan asri.  Oleh karenanya Pemko Medan secara bertahap terus melakukan penataan demi menciptakan kota yang nyaman untuk dihuni.

Diungkapkannya, Kota Medan saat ini memiliki Taman Cadika Pramuka di Jalan Karya Wisata dengan luas lebih kurang 25 hektar dan eks TPA Namo Bintang yang memiliki luas lebih dari 16 hektar yang kini dijadikan ruang terbuka hijau (RTH). Disamping itu juga memiliki sejumlah taman yang hijau dan asri. Keberadaan RTH, taman serta pepohonan yang ada saat ini mampu menyumbang udara bersih bagi Kota Medan.

“Masyarakat saat ini sangat ingin menikmati taman. Selain sebagai tempat bermain, juga melaksanakan sejumlah kegiatan maupun berolahraga. Untuk itu kita harus mempersiapkan taman yang benar-benar representatif. Disamping itu kita ingin merubah mindset masyarakat sehingga mereka ikut peduli dan mau merawat taman maupun pepohonan yang ada saat ini. Jadi kita harus terus memberikan edukasi kepada amsyarakat,” kata Akhyar.

Melalui edukasi yang dilakukan ini, Akhyar berharap warga Kota Medan semakin lebih banyak lagi yang peduli terhadap kondisi pepohonan, pedestrian dan lingkunan disekitarnya. Dia optimis jika lingkungan mampu diperbaiki, mampu menjamin keberlangsungan hidup genetrasi mendatang yang lebih berkualitas.

Untuk penataan taman, Akhyar menjelaskan Pemko Medan akan fokus melakukannya tahun depan (2018). Selain taman, juga pembenahan bidang kebersihan, kesehatan, pendidikan  maupun lainnya. “Untuk tahun 2017 ini, kita masih fokus pembenahan dan perbaikan infrastruktur jalan serta drainase,” jelasnya.

Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, H. M. Husni SE, M.Si dalam FGD itu mengungkapkan, RTH Kota Medan yang ada saat ini baru 5,6 %, termasuk 7 taman yang ada sejak jaman dahulu diantaranya Taman Ahmad Yani, Taman Beringin, Taman Helvetia serta Taman Teladan. Oleh karenanya Husni beserta jajarannya akan mengoptimal RTH dan taman yang ada ini dengan menggandeng seluruh lapisan, termasuk swasta sehingga bisa dinikmati dan dimanfaatkan masyarakat.

Dikatakan Husni, pembangunan kota, termasuk maupun pedestrian tidak terlepas dari dukungan semua pihak, terutama akademisi. Hal inilah yang melatarbelakangi digelarnya FGD tersebut. Diharapkannya, melalui FGD ini para akademisi bisa memberikan masukan berharga untuk melakukan penataan taman maupun perawatan pepohonan yang ada. Dengan demikian wajah Kota Medan kedepannya bisa berubah. “Selain melakukan penataan taman yang ada dengan menggandeng semua pihak, kita juga akan mendata ulang seluruh pohon yang ada. Pendataan ini sangat penting untuk mengetahui usia pohon maupun kondisinya sebagai dasar untuk dilakukan perawatan selanjutnya. Disamping itu kita juga selalu sharing dengan akademisi dengan harapan RTH maupun taman yang ada di Kota Medan akan lebih baik lagi kedepannya,” harap Husni. (Pik)

Comments
Loading...