Pembebasan Lahan Stasiun Bukittinggi Dipercepat, Solusi Harus Tepat

MENARAnews, Bukittinggi (Sumatera Barat) – Wilayah yang cukup luas membuat Sumatera Barat membutuhkan transportasi massal yang cukup efektif untuk melakukan perpindahan barang maupun orang. Dan kereta api adalah salah satu solusi akan kebutuhan transportasi massal tersebut.

Namun sayangnya sebagian besar jalur kereta api di Sumbar telah lama tidak beroperasi. Baru-baru ini, menindaklanjuti kunjungan kerja Menteri BUMN, Rini Soemarno bersama Gubernur Provinsi Sumatera Barat dan jajaran Muspida Kota Bukittinggi ke Stasiun Bukittinggi pada 25 Februari 2017, maka PT. KAI Sumbar akan segera mengoperasikan kembali kereta api lintas Padang Panjang-Bukittinggi-Payakumbuh.

Adanya rencana reaktivasi jalur kereta api tersebut mendapatkan tanggapan dari warga sekitar Stasiun Bukittinggi. Pasalnya tidak kunjungnya ada sosialisasi dari PT. KAI maupun Pemkot Bukittiggi membuat warga bingung dengan nasib kedepannya.

“Dengan adanya reaktivasi tersebut, kami sebagi warga hanya bisa menerima. Mau gimana lagi, memang itu tanah milik PT. KAI. Namun, PT. KAI perlu segera melakukan sosialisai kepada masyarakat, mengingat tidak sedikit kepala keluarga yang akan digusur dan kita juga perlu melakukan persiapan untuk melakukan perpindahan,” ujar Yance, salah satu warga yang terkena rencana pembebasan lahan Stasiun Bukittinggi. (26/04/2017).

Dirinya menekankan bahwa sejauh ini PT. KAI telah memberikan surat pemberitahuan bahwa tidak akan melakukan perpanjangan sewa tanah/bangunan sejak April 2017.

“Kebanyakan masyarakat pasti akan menolak, karena sampai sekarang masih ada sewa warga yang masih jalan. Setiap tahunnya PT. KAI memberikan sewa tanah kepada masyarakat sekitar,” ungkapnya.

Kedepannya, masyarakat di areal Stasiun Bukittinggi berharap bahwa ada solusi yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Pasalnya tidak sedikit bangunan di areal Stasiun Bukittinggi yang akan dirobohkan untuk melakukan reaktivasi jalur kereta api Padang Panjang – Bukittinggi – Payakumbuh.

“Jika hanya sekedar digusur, ya tidak mungkinlah. Pasti kami minta solusi yang pas dan tepat untuk penggusuran tersebut,” tutupnya.

Sementara itu, Manajer Penjagaan Aset dan Pengusahaan Aset PT. KAI Sumbar, Martalius menjelaskan bahwa dalam rencana PT. KAI, pada bulan Mei akan melakukan sosialisasi dengan masyarakat Kota Bukittinggi, bulan Juni – Juli mempersiapkan lahan dan Bulan Agustus melakukan peletakan batu pertama. Bahkan peletakan batu pertama akan dilakukan oleh Presiden RI Joko Widodo. Sementara itu, Menteri BUMN, Rini Soemarno, juga akan datang kembali ke Bukittinggi pada pertengahan Mei.

Di lain sisi, Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengungkapkan dukungannya terhadap reaktivasi jalur kereta api di Bukittinggi. Namun, pihaknya berharap pembangunan jalur kereta api di kota Bukittinggi tidak lagi berada di jalur bawah yang ada sekarang ini, namun harus di atas. Jika jalur kereta api tetap dibangun di bawah akan berdampak pada semakin macetnya Kota Bukittinggi. Karena jalur bawah akan dimanfaatkan Pemkot Bukittinggi untuk ditata sebagai pengurai kemacetan dalam kota Bukittinggi. (AD)

Comments
Loading...