Palangka Raya Jadi Ibukota Pemerintahan, Pemko Siap Berkemas

MENARAnews, Palangaka Raya (Kalteng) – Walikota Palangka Raya, HM Riban Satia mengatakan, pemerintah kota (pemko) setempat, siap berkemas andaikata Ibukota Pemerintahan RI benar- benar jadi dipindahkan ke Palangka Raya Provinsi Kalimantan Tengah.

“Kalau memang tidak lagi wacana, kenapa kita tidak siap. Tentu akan dilakukan pembenahan dalam berbagai bidang,”ungkapnya, Rabu (19/4).

Bicara soal pemindahan Ibukota RI, lanjut Riban, tentu akan ada sisi positif dan negatifnya. Bila dilihat dari sisi negatif, maka wacana pemindahan yang santer dihembuskan, bahkan mencuat lagi ketika Presiden Joko Widodo datang ke Palangka Raya yang mempertanyakan kesiapan provinsi dengan julukan Bumi Tambun Bungai ini sebagai ibukota pemerintahan sontak kian membuat  masyarakat telah terobsesi lebih jauh.

Misalkan harga tanah atau lahan, kini harga jualnya menjadi tinggi. Lalu pengaplingan tanah pun kian menjadi-jadi. Tidak sampai disitu, pemikiran perubahan wajah kota berubah secara drastis serta masuknya berbagai unsur dari luar telah merasuk pikiran masyarakat, terutama dalam berkompetensi dalam banyak bidang.

Walaupun demikian, dilihat dari sisi positif wacana pemindahan ibukota, maka semua sudut pandang mulai dari kultur, budaya, kearifan lokal, kemajemukan dan keragaman masyarakat di Kalteng, khususnya masyarakat Dayak, harus siap menerima perubahan dan berkompetensi.

“Saya yakin kita orang Dayak, akan siap menerima perubahan. Kita jangan berpikir jauh seperti pemikiran banyak orang, dimana dulunya Jakarta ditetapkan sebagai ibukota negera, membuat suku dan kearifan aslinya yakni warga Betawi kian tergeser. Orang Dayak tidak berpikiran seperti itu. Bahkan kita lihat cenderung lebih siap,” ucapnya walikota dua periode ini.

Bila melihat sejarahnya, tambah Riban, Jakarta menjadi ibukota negara hanyalah secara kebetulan yakni ketika dimulai pada  zaman penjajahan Hindia Belanda. Sementara dalam perkembangan sejarah lainnya, Presiden Soekarno yang sempat datang memancangkan tiang batu utama berdirinya Kalteng, telah berpikiran agar ibukota Jakarta bisa dipindahkan ke Palangka Raya.

“Intinya, kalau memang ini benar terjadi, kenapa kita tidak siap, tentu yang pertama dilakukan berkemas dalam banyak hal,” tuturnya.

Senada dengan itu Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio menyatakan, pemerintah kota akan siap andaikata pemindahan ibu kota negara jadi dilakukan dari Jakarta ke Kota Palangka Raya.

Disinggung,  sejauh mana kajian-kajian pemindahan ibukota negara yang dilakukan pihak Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, menurut Mofit, pihak pemko belum mengetahui secara persis, sampai mana pengkajian yang dilakukan.

“Ini memang yang lebih tahu adalah pihak provinsi. Bila melihat perencanaannya maka pusat ibukota akan bertumpu  pada tiga daerah di Kalteng, yakni Palangka Raya, Katingan dan Gunung Mas. Tapi sejauh ini capaian kajiannya kita belum mengetahui, pemko belum mendapatkan koordinasi akan hal itu, baik dari pihak provinsi ataupun pemerintah pusat. Kalau itu memang ada tindak lanjut baru, maka kita akan ikuti petunjuk selanjutnya,” tandas Mofit dengan singkat.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...