Nelayan Ipuh Surati Pemprov Bengkulu Terkait Konflik Antar Nelayan

Nelayan Ipuh : Kabupaten sudah tidak dapat mengendalikan situasi

MENARAnews, Kab. Mukomuko (Bengkulu) – Konflik antar nelayan Ipuh dan Bantal di Kabupaten Mukomuko mendorong rukun nelayan Ipuh untuk menyurati Pemerintah Provinsi Bengkulu terkait permasalahan tersebut.

Seperti yang diungkapkan Ketua Nelayan Pasar Ipuh, Asri, bahwa setelah kericuhan yang terjadi, rukun nelayan Ipuh menilai konflik antar nelayan yang terjadi harus segera mendapatkan penanganan oleh Pemprov Bengkulu.

“Kita (rukun nelayan) akan segera musyawarah, kita nelayan Ipuh tidak ingin masalah ini berlarut-larut, nanti kita akan kirim surat ke provinsi,” ujarnya.

Ia menyampaikan, konflik nelayan Ipuh dan Bantal ini sudah berlangsung lama dan Pemkab Mukomuko dinilai sudah tidak mampu lagi untuk mengendalikannya.

Ia menuturkan, pihaknya khawatir jika tidak segera diselesaikan maka akan berujung bentrok fisik yang dapat memakan korban jiwa.

“Kita tidak menginginkan adanya korban jiwa, untuk itu kami nelayan Ipuh sepakat menyelesaikan masalah ini melalui jalur damai,” tuturnya.

Untuk diketahui, Sabtu (01/04/2017) terjadi penyerangan oleh sekitar 10 kapal nelayan Bantal terhadap nelayan tradisional Ipuh di perairan Ipuh.

Hal itu kemudian menimbulkan kericuhan bahkan informasinya salah satu perahu nelayan Ipuh disandera.

Namun, konflik tersebut dapat segera diredam Polres Mukomuko walaupun harus dengan mengeluarkan tembakan peringatan beberapa kali.

“Dalam waktu dekat akan segera kita kirim ke provinsi, nanti kita tembuskan ke kabupaten juga,” demikian Asri. (AL)

Comments
Loading...