Momentum Paskah Tingkatkan Rasa Toleransi dan Saling Menghormati Antar Umat Beragama

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Keragaman Agama, Suku dan Budaya semakin meningkat dengan adanya momentum perayaan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan oleh masyarakat Kalimantan Tengah khususnya masyarakat Kota Palangka Raya yang memeluk agama dan keyakinan masing-masing.

Hal itu dapat terlihat dengan tingginya toleransi antar umat beragama yang terjadi ketika pelaksanaan Ibadah Paskah, dimana masyarakat yang tidak merayakan juga ikut berparpatisipasi serta menghormati pelaksanaan ibadah bagi masyarakat atau umat Nasrani, Protestan dan Katolik yang merayakan.

Berdasarkan pantauan menaranews.com di lapangan, pedagang bunga khususnya di tempat pemakaman umum (TPU) Km. 2 Kota Palangka Raya kebanyakan masyarakat yang tidak melaksanakan Ibadah Paskah. Melihat hal tersebut Yuel Tanggara salah satu masyarakat yang merayakan ibadah paskah diwawancarai mengaku sangat senang.

“Kita tidak melihat dari keyakinannya apa, tapi lebih kepada melihat bentuk partisipasi yang diberikannya. Selain dapat meningkatkan perekonomian, disisi lain salah satu wujud keragaman dalam arti toleransi dan saling menghormati antar pemeluk agama lain,” jelas Yuel Tanggara, Sabtu (15/04).

Tidak hanya Ibadah paskah saja, pelaksanaan keagamaan seperti Natal dan Tahun Baru ujarnya, selalu ada aktifitas ziarah ke makam, banyak  pemeluk agama lain yang juga antusias dan mengikuti dalam bentuk saling menghargai. Melihat hal itu dirinya sangat merasa bersyukur atas kuatnya keberagaman yang ada.

Sehingga lanjutnya menambahkan, memberikan nuansa yang sejuk bagi melihatnya, seperti prinsip yang dijunjung tinggi hingga saat ini yakni “Huma Betang.” Kendati demikian dirinya tidak menolak masuk dari berbagai daerah ke Kalteng, akan tetapi tetap menjunjung instilah “Dimana Bumi di Pijak, Disitu Langit Dijunjung.”

“Itu yang harus kita pelihara. Saya rasa kondisi politik yang ada di Jakarta saat ini tidak mempengaruhi masyarakat yang ada di Kalteng. Masyarakat kita sekarang ini sudah memiliki keyakinan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, sehingga segala sesuatunya sudah terbentengi di hati masing-masing,” papar Staf Ahli Bidang Kemasyarakat dan SDM ini.

Dirinya juga berharap, kondisi yang sama juga seharusnya terjadi seluruh daerah di Indonesia, dan menunjukkan bahwa rasa toleransi dalam keberagaman umat beragama merupakan hal yang indah dan penting untuk diimplementasikan dalam kehidupan sosial.

Berkenaan dengan makna dari perayaan ibadah Paskah sendiri menurut Yuel selaku pribadi, Allah sudah berkuasa terhadap maut. Melalui keyakninan akan kebangkitan Yesus Kristus, bagi umat Kristiani, dia memperoleh harapan akan keselamatan.

“Kita juga tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Daerah yang sudah memberikan kesejukan dan kenyamanan masyarakat yang melaksanakan ibadah. Dengan kerukunan, mari kita sama-sama menjaga dan menjalin persatuan dan kesatuan bangsa serta meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” himbaunya.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...