Mofit Tinjau Sekolah, Pastikan US dan UN Lancar

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Wakil Walikota Palangka Raya  Mofit Saptono Subagio  bersama Kepala Dinas Pendidikan Kota Sahdin Hasan dan rombongan melakukan peninjauan sekaligus memonitoring pelaksanaan Ujian Sekolah (US) pada  peserta didik  khususnya di kelas akhir atau kelas IX pada tingkat Sekolah Menegah Pertama (SMP) yang ada di kota setempat.

Setidaknya ada dua sekolah tingkat SMP yang mendapat perhatian orang nomor dua di Kota Cantik Palangka Raya tersebut, yakni SMP Negeri 3 dan SMP Negeri 9 Palangka Raya. Dalam peninjauan itu Wakil Walikota menyaksikan kegiatan ujian sekolah dan mengetes beberapa siswa secara langsung sekaligus melihat fasilitas sekolah dan ruang guru maupun tata usaha.

“Saat ini siswa akhir pada sekolah tingkat SMP/MTs atau sederajat di Kota Palangka Raya sedang melaksanakan ujian sekolah dan hari ini merupakan pelaksaan hari ketiga ujian. Setelah US baru kemudian pada senin depan siswa akhir tingkat SMP/MTs atau sederajat juga Melaksanakan  Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) baru kemudian di awal bulan Mei melaksanakan ujian nasional (UN),” ungkapnya usai melakukan peninjauan tersebut, Rabu (12/04).

Menurut Mofit, apapun hasil dari pelaksanaan US maupun  USBK nantinya setidaknya dapat memberikan gambaran atas hasil capaian kemampuan peserta didik pada saat pelaksanaan UN. Meskipun untuk soal-soal, baik US ataupun USBK adalah pemerintah daerah  yang mengelolanya, akan tetapi  butir-butir soal yang dibuat harus tetap mengacu standar nasional.

“Maka itu kami berharap  hasil dari US akan ada  korelasi kuat dengan capaian hasil USBK maupun UN. Terlebih USBK tidak jauh berbeda dengan UN . Sebut saja pada mata pelajaran tertentu hasilnya 9 maka setidaknya hasil serupa dapat diraih pada pelaksanaan UN yang soalnya secara nasional,” ungkap Mofit.

Disisi lain dari peninjauannya itu kata Mofit, dirinya mengapresiasi sekolah yang mau mengampu sekolah lainnya, maupun mengampu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

“Seperti di SMP Negeri 3 ini, dimana pihak sekolah ini mampu untuk mengampu sekolah SMP swasta Al-Ghazali , terutama dalam  mengikuti ujian sekolah secara bersama-sama. Saya juga berterimakasih SMP Negeri 3 ini juga mau mengampu anak berkebutuhan khusus. Jadi saya ingatkan sebagai kota inklusif, maka semua sekolah wajib dan siap melayani anak berkebutuhan khusus. Baik dalam hal belajar mengajar maupun evaluasi,” pintanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Sahdin Hasan menerangkan berbagai langkah telah dilakukan pihaknya untuk menggenjot dan meningkatkan mutu pendidikan. Seluruh sekolah pun telah menggelar try out sebagai sarana menghadapi UN. Bahkan secara rutin menggelar pertemuan seluruh guru untuk meyakinkan kesiapan sekolah dalam menyiapkan perserta didiknya.

“Saya ingin tahun ini lebih baik dan optimal serta berjalan lancar, ada peningkatan prestasi dan bisa kompetitif lebih tinggi,”ucapnya.

Sahdin menambahkan dalam menghadapi UN  seluruh sekolah telah melakukan evaluasi dan pembelajaran tambahan, guru-guru fokus diminta mengejar kualitas pendidikan.

“Kita sudah siap,sudah melakukan monitoring dan tidak ada kendala. Tahun ini tercatat seluruh siswa sekitar 4.000 lebih akan ikut UN dari 65 SMP sederajat,” pungkasnya.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...