Mofit : Perlu Dukungan Masyarakat Atasi Gepeng dan Anak Terlantar

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Masih menjamurnya gelandangan dan pengemis (gepeng)  serta anak  jalanan di Kota Palangka Raya, hingga saat ini telah menjadi  masalah sosial yang harus diseriusi.

Hal tersebut disampaikan Wakil Walikota Palangka Raya, Mofit Saptono Subagio yang mengatakan, bahwa  dalam hal penanganan keberadaan gepeng serta anak-anak punk adalah menjadi PR  bersama. Terlebih keberadaan mereka ini semakin banyak, dan dirasa mulai mengganggu kenyamanan dan kerapian Kota Cantik Palangka Raya, dengan menunjukan pakaian compang-camping rambut awut-awutan dan badan penuh dengan tato.

“Harus diakui, keberadaan gepeng serta anak-anak punk cukup meresahkan, tetapi dalam mengentaskan maupun penanganan mereka ini, tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah kota saja, namun diperlukan  dukungan dan sokongan seluruh masyarakat,” ungkapnya, Minggu (23/4).

Mofit mencontohkan, salah satu upaya dukungan masyarakat, misalkan saja  ketika ada salah satu keluarga yang ada di Kota Palangka Raya, memiliki  anggota keluarganya yang masuk ke dalam lingkaran hidup anak jalanan ataupun pengemis. Maka pihak keluarga harus mampu ikut serta mengentaskan anggota keluarga tersebut, untuk lepas dalam lingkaran sebagai anak jalanan ataupun pengemis.

“Diharapkan lebih awal, adalah sikap keluarga, bagaimana caranya untuk mengeluarkan anggota keluarga yang masuk pada lingkaran tersebut. Cari metode lain, misalnya membuka usaha yang sesuai keterampilan,”cetusnya.

Mofit menambahkan, jika hal tersebut tidak dapat di laksanakan maka tentunya Pemerintah Kota (Pemko)  Palangka Raya, tentu akan  melakukan langkah-langkah untuk penertiban, sesuai dengan prosedur yang ada. Mulai dari penangkapan gepeng dan  anak jalanan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya. Kemudian dilanjutkan pembinaan yang akan dilakukan oleh pihak Dinas Sosial Kota Palangka Raya.

“Seperti yang sudah sering penertiban yang dilaksanakan secara rutin tiap beberapa minggu sekali. Itupun setelah dibina , sering kali pengemis dan anak-anak jalanan masih membandel, mereka kembali ke jalan hidup yang sudah dipilihnya. Pemko sendiri menyadari dalam penanganan gepeng maupun anak punk atau anak jalanan ini, tentu memerlukan dana yang tidak sedikit. Namun begitu ini konsekuensi yang harus dijalankan. Tapi sekali lagi tanpa bantuan masyarakat tentu hal ini tidak dapat berjalan dengan lancar,” tutupnya.(AF)

Comments
Loading...