Merasa UUPA Dikhianati, Azhari Cage Mundur Dari DPRA

MENARAnews, Banda Aceh (Aceh) – Anggota DPR Aceh Fraksi Partai Aceh Azhari Cagee secara resmi mengundurkan diri dari anggota legislatif, pengunduran diri itu disampaikan dengan surat yang dilayangkan ke DPA Partai Aceh dengan Nomor  I Istimewa/2017, Senin (10/4)

Pengunduran diri Azhari terkait keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang tidak mempertimbangkan UUPA sebagai lex spesialis di dalam penyelenggaraan Pilkada Aceh. Pengunduran diri Azhari ini juga sesuai dengan janjinya beberapa waktu lalu.

“Padahal kita ketahui Pilkada Aceh diatur secara lengkap dalam UUPA, mulai pendaftaran sampai pelantikan, baik itu pilkada gubernur maupun bupati dan walikota, dan juga pengaturan tentang penyelenggara pemilu diatur secara jelas yang berbeda dengan daerah lain,” terangnya

Menurutnya kondisi ini menunjukkan bahwa Pemerintah Pusat dan juga Mahkamah Konstitusi terus menerus mengkhianati Aceh dan UUPA yang merupakan undang-undang yang mereka ciptakan sendiri.

“ Katanya sebagai lex spesialis bagi Aceh, tetapi terus menerus diabaikan dan dibonsai. Keberadaan Partai Lokal, Partai Aceh, PNA, PDA, dan juga keberadaan Gubernur/Wakil Gubenur, Bupati/Wakil Bupati, Walikota/Wakil Walikota serta Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten/Kota karena adanya UUPA. Maka bila UUPA dianggap illegal,  sama dengan keberadaan kami juga tidak sah,” protesnya

Atas pertimbangan itulah kemudian. Azhari, dengan sadar dia mengajukan pengunduran diri dari DPRA sebagai bentuk kekecewaan atas pengabaian UUPA.

Comments
Loading...