Menjelang Bulan Ramadan, DPD WI Banten Gelar Daurah Penataran

MENARAnews, Kota Serang (Banten) – Bulan Ramadan kurang dari satu bulan lagi, berbagai elemen masyarakat sudah mulai mempersiapkan diri dalam menyambut Bulan Ramadan. Kali ini, Dewan Perwakilan Daerah Wahdah Islamiyah (DPD WI) Banten menggelar Daurah Penataran Ramadan dengan menghadirkan para pembicara yang kompeten di bidangnya masing-masing, yaitu Alumnus Universitas Ibnu Su’ud Saudi Arabiyah KH. Muttaqin Rusli, Lc. dan Sekjen Wahdah Islamiyah Pusat KH. Syebani Mudjiono.

“Kami memiliki banyak program dakwah, diantaranya kami telah membina sekitar 17 masjid yang ada di Serang, Pandeglang, dan Lebak”, terang Ustad Ketua DPD WI Banten Jumardan pada kegiatan Daurah Penataran Ramadan di Masjid At-Taubah Kota Serang. (30/04/2017)

Ia melanjutkan, selain membina masjid, DPD WI Banten juga melakukan pembinaan terhadap majelis taktim, remaja, dan santri. “Pembinaan menggunakan metode Dirosa dan sifatnya relawan”, imbuhnya.

Di tempat yang sama, pembicara pertama, KH. Muttaqin menuturkan, amalan paling baik adalah amalan yang meskipun kecil tetapi continue (berkelanjutan).

“Niatkan dari awal menamatkan Al-Quran selama Bulan Ramadan, yang sudah menamatkan sekali, pertahankan atau ditingkatkan. Dan bagi yang belum menamatkan sebelumnya, cukup menamatkan sekali saja, jangan membuat target yang melebihi kemampuan, seperti 4 kali atau lebih, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi sulitnya mengejar target ketika berada di pertengahan Bulan Ramadan”, terangnya.

Sementara itu, pembicara selanjutnya KH. Syebani Mudjiono menjelaskan, orang soleh terdahulu sangat merindukan datangnya Bulan Ramadan. Saat ini ada pihak yang rindu dengan Bulan Ramadan dan ada juga yang kaget ketika memasuki Bulan Ramadan.

“Ajakan Medsos (Media Sosial) yang semakin masif untuk menyambut Bulan Ramadan. Namun, ada juga orang yang tidak menghendaki adanya Bulan Ramadan, menganggap sebagai bencana atau yang lainnya. Padahal, Bulan Ramadan memiliki rahasia, yaitu 1 bulan ramadan digunakan untuk bertahan selama 11 bulan setelah Bulan Ramadan.”

Pihaknya mengajak para peserta untuk melakukan salat malam baik berupa Salat Tarwih, Witir, dan Tahajud. “Mari hidupkan malam-malam selama Bulan Ramadan terutama di malam-malam 10 hari terakhir”, tegasnya.

Ia melanjutkan, di malam 10 hari terakhir, terdapat keutamaan yang tidak ada di bulan lainnya selain Bulan Ramadan, yaitu malam Lailatul Qadar.

“Malam Lailatul Qadar disebut dengan malam sempit, artinya malam tersebut disempitkan dengan banyaknya malaikat yang turun ke Bumi”, tuturnya.

Untuk menjadi pemenang Ramadan, mereka yang menang adalah yang mampu meraih ketakwaan di Bulan Ramadan. “Siapa pemenang itu, mari kita berikan selamat, dan siapa yang tidak menang, mari kita ucapkan bela sungkawa” tutupnya. (IY)

 

 

Comments
Loading...