Marak Penyalahgunaan Bahan Berbahaya, Bupati Pandeglang: Sanksi Tegas Para Pelaku!

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Pengawasan penggunaan dan peredaran bahan berbahaya masih sulit dilakukan tanpa sinergitas dari pihak-pihak terkait. Sinergi tersebut diharapkan mampu menindak secara tegas para pelaku sehingga memberikan efek jera.

“Penggunaan bahan berbahaya untuk produk tertentu hanya memikirkan keuntungan sesaat, para pelaku harus diberikan sanksi yang tegas agar memberikan efek jera”, terang Bupati Pandeglang Irna Narulita saat menyampaikan sambutannya pada kegiatan Advokasi Lintas Sektor Dalam Rangka Program Pasar Aman Dari Bahan Berbahaya Di Destinasi Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Lesung di Gedung “S” Rizki Pandeglang. (12/04/2017)

Ia melanjutkan, Pemerintah Kabupaten Pandeglang sulit mengambil keputusan terkait penindakan pelaku pengguna bahan berbahaya tanpa bantuan dari penegak hukum dan BPOM.

“Perlu dilakukan optimalisasi sosialisasi (bahan berbahaya) dengan menggunakan teknologi terkini. Selain itu, perlu dilakukan upaya preventif seperti sosialisasi, penyuluhan, diskusi kepada pedagang atau sejenisnya”, tandasnya.

Sementara itu, Direktur Pengawasan Produk dan Bahan Berbahaya BPOM RI Ema Setiawati menuturkan, peran tim terpadu bahan berbahaya diantaranya melakukan pengawasan dalam rangka kebocoran distribusi bahan berbahaya ke rantai pangan seperti UMKM. “Kemudian menindaklanjuti penyalahgunaan bahan berbahaya dan peredaran bahan berbahaya yang tidak sesuai”, tambahnya.

Program pasar aman dari bahan berbahaya, kata Ema, adalah menjadikan pasar sebagai sumber utama pangan masyarakat, perlu adanya pengendalian peredaran bahan berbahaya di pasar, dan koordinasi dengan berbagai kementerian/lembaga. (IY)

Comments
Loading...