LKPJ Tak Sesuai Peraturan Pemerintah, Bukti SKPD Berkinerja Buruk

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Adanya ketidaksesuaian dalam sistematika Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) akhir Tahun Anggaran (TA) 2016 Bupati Pandeglang dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 3 Tahun 2007 Tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada DPRD dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat, sebagai bukti dari buruknya kinerja para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di bawah pimpinan Irna Narulita dan Tanto Warsono Arban.

Ketua Pergurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC-PMII) Pandeglang, Ajat Sudrajat menyayangkan adanya penyimpangan penyusunan LKPJ bupati. Bahkan dirinya mengaku tidak menyangka jika SKPD terkait tidak memperhatikan tersebut ketika menyusun LKPJ.

“Kami sangat menyangkan dan miris sekali ketika mendengar LKPJ TA 2016 Bupati Pandeglang, telah ditemukan 11 sistem persoalan dan yang sangat tidak habis pikir, LKPJ itu melenceng dari aturan Perundang-undangan yang berlaku yakni PP Nomor 3 Tahun 2007,” kata Ajat, Kamis (20/4).

Menurutnya, LKPJ itu bagian dari progress report tentang perkembangan kinerja penyelenggaraan pemerintahan dan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) selama Irna-Tanto memimpin Pandeglang ini. Maka dari itu, kata Ajat, terlihat jelas banyaknya catatam dan rekoemdasi dalam LKPJ, telah membuktikan betapa buruknya kinerja para SKPD di kepemiminan Irna-Tanto satu tahun ini.

“Sangat mutlak borok kinerja para SKPD sekarang dapat kita ketahui bersama. Ya, hal itu terbukti dengan adanya kesalahan fatal dalam menyajikan LKPJ TA 2016 yang meleceng dari peraturan Perundang-undangan yang berlaku,” tegasnya.

Oleh karena itu, Ia menyarankan agar Bupati dan Wabup Pandeglang melakukan evaluasi yang matang dan menindaklanjuti 34 rekomendasi yang diberikan oleh pihak Pansus LKPJ DPRD Pandeglang. Karena jika tidak, dikhawatirkan penyusunan LKPJ oleh SKPD akan kembali melenceng.

“Kami berharap atas temuan yang disampaikan dewan itu dijadikan cambukan untuk memperbaiki kinerja, jangan sampai hanya dianggap sebagai wacana saja yang nantinya terulang kembali kinerja buruk tersebut. Kami juga akan menunggu realisasi janji Bupati dan Wabup Pandeglang yang dituangkan dalam visi dan misi,” pungkaskan.

Sementara, saat dipertanyakan sejauh mana melakukan evaluasi terkait 34 rekomendasi dari Pansus LKPJ DPRD Pandeglang, bagian Bidang Perencanaan pada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pandeglang, Asep M. Sy mengatakan, secara resmi pihaknya belum menerima suratnya hasil Pansus LKPJ DPRD Pandeglang.

“Mungkin kami harus menunggu surat resmi dulu apa saja yang mesti diperbaikinya. Karena kami akan bisa melangkah atau menindaklajutinya kalau dari Pasusnya secara formal sudah ada. Pastinya kami juga mengacu pada PP tersebut, kalau ada yang tertinggal dalam LKPJ itu bukan kemamuan kami untuk meninggalkannya,” kilahnya.

Diberitakan sebelumnya, Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2016, menyoroti sedikitnya 11 item dalam LKPJ yang disampaikan Bupati Pandeglang, Irna Narulita. Beberapa persoalan yang menjadi catatan Pansus LKPJ, yakni isi materi LKPJ akhir tahun 2016 yang ditemukan belum mencantumkan tindak lanjut rekomendasi DPRD pada LKPJ tahun 2015. Padahal, isi materi itu dinilai penting untuk mengukur ketaatan Pemerintah Daerah pada fungsi pengawasan.

Ketua Pansus LKPJ, Muhlas Halim mengungkapkan, tidak hanya dari segi isi materi, LKPJ Bupati juga dianggap tidak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007.

“Sistematika LKPJ Bupati Pandeglang akhir tahun anggaran 2016 tidak sesuai dengan PP Nomor 3 Tahun 2007. Karena tidak mencantumkan daftar tabel dan daftar gambar, hubungan visi, misi, tujuan, dan capaian kinerja. Kemudian banyak sasaran yang programnya kurang relevan. Hal tersebut bisa berdampak pada kegiatan dan anggaran,” beber Muhlas saat menyampaikan Catatan dan Rekomendasi LKPJ Bupati di Gedung DPRD Pandeglang, Rabu (19/4/2017). (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...