Legislator : Waspadai Cuaca Ekstrim Tak Menentu

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Hujan deras disertai angin kencang yang terjadi di Kota Palangka Raya, kerap tidak menentu. Meskipun, diprediksi saat ini sudah mulai memasuki pergeseran musim dari penghujan ke musim kemarau. Namun demikian, sangat memungkinkan terjadinya cuaca ekstrim, yakni hujan deras yang datang dengan tiba-tiba.

Itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Palangka Raya Alfian Batnakanti yang mengimbau kepada warga, terutama  yang tinggal di kawasan padat penduduk  dan bantaran sungai, untuk berhati-hati dan terus waspada dengan kondisi tersebut.

“Cuaca ekstrim itu membawa pengaruh yang beragam ketika datangnya. Bisa saja hujan disertai angin kencang bahkan angin puting beliung. Ini pernah terjadi di Palangka Raya, hingga merobohkan sejumlah tower listrik, bangunan besar hingga merusak rumah penduduk,” ungkapnya, Kamis (20/4).

Terkait dengan kondisi ekstrim tersebut, kata Alfian, maka  warga  jangan sampai lengah, atau terlelap tidur jika hujan deras disertai cuaca ekstrim.

“Baiknya warga dapat memperhatikan lingkungan sekitar rumah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sebut saja tetap menjalankan tradisi gotong royong membersihkan lingkungan, saluran air dan sampah,” cetusnya.

Setidaknya melalui kerja sama dan gotong royong di lingkungan, akan membawa kebaikan dalam berbagai hal. Sebut saja, warga  membersihkan  sampah yang menumpuk, sehingga di sekitar lingkungan akan terhindar dari berkembangbiaknya nyamuk yang dapat menjadi sumber penyakit. Dilain sisi, warga memiliki rasa kebersamaan, yakni adanya kewaspadaan dini  dalam menangkal sesuatu yang tidak diinginkan.

Menurutnya politikus Partai Gerindra Kota Palangka Raya itu, kondisi cuaca pada saat ini tidak bisa ditebak, dan dapat berubah cepat.

“Jadi sebaiknya, tidak perlu menafsir dalam hitungan bulan bakal terjadi perubahan musim. Namun yang perlu diperhatikan kewaspadaan terhadap munculnya cuaca dalam kondisi ektrim yang menyertai kondisi iklim saat itu,” tutupnya.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...