Kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak di Kota Bukittinggi

MENARAnews, Bukittinggi (Sumatera Barat) – Hari ini, Minggu (16/04), Yohana Susana Yembise, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, didampingi oleh Walikota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, mengawali kunjungan kerjanya di Kota Bukittingi dengan memberikan sosialisasi dengan tema “Bersama Lindungi Anak” di Lapangan Kantin.

Kegiatan sosialisasi tersebut disambut antusias oleh warga Bukittinggi, terbukti ribuan warga Bukittinggi yang terdiri dari siswa SMP, SMA dan Mahasiswa memenuhi Lapangan Kantin. Kegiatan dimulai dengan senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Walikota Bukittinggi dan Sekda Provinsi Sumatera Barat. Di sela-selan acara, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga memberikan hadiah kepada pemenang lomba cipta lagu dan tari.

Dalam sambutannya, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menekankan tentang pentingnya peran anak sebagai generasi penerus bangsa. Selain itu, beliau juga menyampaikan bahwa semua pihak bertanggung jawab atas perkembangan anak baik di lingkungan keluarga maupun bermain.

“Anak adalah bagian yang tidak terpisahkan dari keberlangsungan hidup manusia dan keberlangsungan sebuah bangsa dan negara. Agar kelak mampu bertanggung jawab dalam keberlangsungan bangsa dan negara, setiap anak perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, baik fisik, mental, maupun sosial,” ungkapnya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga membeberkan fakta tentang kasus kekerasan maupun penyimpangan yang dilakukan anak dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut erat kaitannya dengan maraknya kasus pornografi anak, pedofilia, dll. sehingga membuat Pemerintah untuk tegas dalam melakukan penegakan hukum terhadap pelaku.

“Dari hasil Pemetaan Pornografi Online yang dilakukan oleh KPPPA, ditemukan fakta bahwa dari 1.747 pemberitaan news online selama bulan September-November 2016, jumlah pemberitaan tertinggi yaitu Pencabulan (135 pemberitaan), lalu diikuti oleh Kekerasan Seksual (122 pemberitaan), Perkosaan (88 pemberitaan), Sodomi (19 pemberitaan) dan Pedofilia (11 pemberitaan). Kemudian dari media sosial Twitter, ditemukan fakta bahwa selama bulan September-November 2016 rata-rata jumlah perbincangan pornografi sekitar 20 ribuan tweet perhari, dengan 14,5% nya adalah terkait pornografi anak dengan konten berupa link image dan video yang menampilkan anak-anak,” imbuhnya.

Pihaknya meminta kepada pemerintah, masyarakat dan orang tua untuk berkomitmen bersama-sama melindungi anak dari kekerasan.

Sementara itu, berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sumatera Barat, angka kekerasan terhadap anak di Provinsi Sumatera Barat selama tahun 2016 terdapat 165 kasus kekerasan fisik terhadap anak dan 393 kasus pelecehan seksual terhadap anak. Yang terbaru adalah kasus pencabulan terhadap anak yang terjadi di Kelurahan Aur Tajungkang Tangah Sawah, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi dimana korbannya adalah 9 (sembilan) anak dan kemungkinan jumlah korban masih akan terus bertambah.

Dalam kunjungan kerjanya di Kota Bukittinggi, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga meresmikan Galeri IKAPRI Kota Bukittinggi di Kelurahan Birugo. Direncanakan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak akan berada di Bukittinggi sampai dengan tanggal 18 April 2017, dengan berbagai agenda yang telah disusun. (AD)

Comments
Loading...