Kepemimpinan 1 Tahunnya Tuai Kritik, Irna Ngaku Tak Ambil Pusing

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Satu tahun kepemimpinan Irna Narulita sebagai bupati Pandeglang menuai kritik. Dari kalangan mahasiswa menilai bahwa Irna belum mampu membawa perubahan yang signifikan terhadap wajah Pandeglang, termasuk dalam hal pembangunan. Namun begitu, Bupati Pandeglang Irna Narulita mengaku tak ambil pusing atas kritikan tersebut.
Meski mengakui bahwa dirinya belum banyak melakukan pembangunan, akan tetapi jangka waktu satu tahun tidak dapat dijadikan barometer. Malahan Irna menyebutkan, durasi 10 tahun pun tidak akan maksimal apabila dilihat dari kacamata sinis dan pesimis.

“10 tahun pun tidak akan maksimal jika dilihat dari kacamata pesimis dan sinis. Jadi melihat suatu pembangunan tidak akan pernah berhenti, akan terus berproses. Apalagi, Ibu (Irna menyebut dirinya) baru ketok palu penyusunan APBD 2017, jadi ibu juga harus membayar janji-janji kerja,” terang Irna kepada awak media usai membuka Lomba Kompetensi Siswa (LKS) SMK tahun 2017 tingkat Provinsi Banten di Alun-alun Pandeglang, Senin (17/4/2017).

Menurut Irna, nada-nada pesimis yang muncul dalam satu tahun kepemimpinannya, dikhawatirkan akan berdampak pada pandangan Pandeglang dimata investasi. Sedangkan saat ini, pihaknya tengah memacu agar para investor menanamkan modalnya di Pandeglang.
“Kami berharap jangan ada suara miring yang keluar, karena Pandeglang akan rugi. Kita harus bangun optimisme publik. Jangan sampai ditunggangi oleh orang lain yang bisa merusak struktur yang lain,” katanya.

Apalagi sambung Irna, sejumlah proyek strategis nasional juga bakal digarap di Pandeglang. Hal itu lah yang kini juga tengah difokuskan oleh Pemkab agar proyek-proyek tersebut bisa segera terealisasi. Karena disadari, Pandeglang tidak akan mampu menjadi daerah otonom jika terus-terusan mengandalkan bantuan dari pusat.
“Jika hasil proyek strategi nasional bisa dimaksimalkan, maka setiap daerah bisa merata. Coba bayangkan kalau tidak ada proyek strategis nasional, Pandeglang tidak akan mendapat apa-apa. Sehingga harus dibuka aksesnya. Jika mengandalkan APBD, maka tidak akan cukup membenahi infrastrutur Pandeglang,” sebut Irna.
Oleh karenanya, proyek strategis itu perlu terus dikawal agar keberadaannya bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat. Mantan anggota DPR RI itu meminta agar masyarakat bersabar dan memberinya waktu untuk menyelesaikan semua pekerjaan rumah.
“Kami mohon kesabaran dan waktunya. Dalam satu tahun sangat susah dikatakan sukses. Lima tahun juga belum tentu. Saat ini kami fokus dulu terhadap proyek strategis nasional, jangan sampai lepas. Namun tetap menyentuh pembangunan di daerah lain pelan-pelan menggunakan APBD Provinsi dan kabupaten juga bantuan dari DAK DAU,” tandasnya. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...