Kapolda Papua Raih 11 Prestasi Selama Dua Tahun Pimpin Polda

MENARAnews, Jayapura (Papua) -Sebanyak 11 kebijakan dan prestasi yang di raih Inspektur Jenderal Polisi Drs Paulus Waterpauw selama kurang lebih dua tahun menjabat sebagai Kapolda Papua. Prestasi itu juga diraih oleh para Kapolres jajaran di wilayah Provinsi Papua.

Hal itu disampaikan Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw dalam apel Granisun Polri se-Jayapura  di lapangan Brimob-Kotaraja, yang dihadiri langsung oleh Wakapolda Papua, Brigjen Pol Agus Rianto dan seluruh pejabat utama serta para Kapolres, Rabu (26/4/2017).

Dikatakan, prestasi yang diraih bersama polres jajaran selama kurang lebih dua tahun terakhir yakni, pertama selama memimpin Polda Papua yakni, program polisi PI ajar sekolah, kedua kebijakan Affirmative Action dalam rekrutmen polri dengan mengutamakan putra-putri asli papua, ketiga pembentukan Satgas BBM satu harga. Keempat, Strong Point (Pergelaran personil polri) dalam rangka menghadirkan polri ditengah-tengah masyarakat pada jam-jam sibuk, kelima pembentukan dan pengambangan satuan kewilayahan, baik batalyon dan kompi Brimob serta Polres jajaran, keenama sinergitas yang efektif dengan pemda, TNI, Kominda dan lembaga lainnya dalam forum coffer morning secara rutin.

“Ketujuh keberhasilan dalam pengungkapan kasus tindak pidana umum, narkoba, korupsi serta penegakan hukum terhadap kelompok kriminal bersenjata (KKB)., kedelapan kunjunan dan supervisi ke seluruh wilayah Polda Papua dengan menyentuh elemen masyarakat yang kecil,” tuturnya.

Kemudian, lanjut Waterpauw, kesembilan mendukung kebijakan pimpinan Polri dalam membangun sistem pelayanan masyarakat secara online seperti aplikas pace, aplikasi noken termasuk SIM dan SKCK online, kesepulu menjalin hubungan yang harmonis dengan media massa untuk mensosialisasikan program dan kebijakan polri. Dan kesebelas, keberhasilan dalam pengamanan pemilukada serentak maupun operasi kepolisian yang diselenggarakan secara terpusat dan kewilayahan.

Jenderal Bintang Dua ini berharap agar terus mempertahankan dan meningkatkan kepercayaan yang positif dari masyarakat, dekat dengan masyarakat dan menjadi pelindung dan pelayan masyarakat karena pelaksanaan tugas polri harus menggunakan pendekatan kemanusiaan, dengan menjunjung tinggi HAM.

“Saya berharap seluruh jajaran Polda Papua untuk tetap mengedepankan pencegahan yang bersifat edukatif dan persuasif, namun tidak meninggalkan sikap dan tindakan tegas. Masyarakat harus menjadi mitra kita, teman bahkan sahabat baik dengan masyarakat,” harap dia.
Ia menuturkan sebagai anggota polri tidak selalu menempatkan diri sebagai penguasa tetapi justru harus mewujudkan kondisi agar masyarakat merasa memiliki dan mencintai polri. “Kita harus mewujudkan kondisi agar masyarakat merasa memiliki dan mencintai polri. Harus menunjukan sikap, perilaku dan pelayanan yang baik kepada masyarakat sehingga polri dicintai dan didambakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (Surya)

Comments
Loading...