Jalan Provinsi di Tubaba Nyaris Putus

MENARAnews, Tubaba (Lampung) – Badan jalan provinsi, Kabupaten Tulangbawang Barat, Lampung, Tiyuh Penumangan yang menghubungkan enam kecamatan timur Tubaba itu kondisinya nayaris putus tertutup lumpur dan genangan air.
Musim hujan dua bulan terakhir di daerah ini membuat badan jalan tergerus air hingga tertutup lumpur. Bila tidak segera diperbaiki tidak menutup kemungkinan badan jalan akan putus total.
Titik terparah jalan berada yang diantara Tiyuh Pagar Dewa menuju Tiyuh Penumangan, sepanjang 1 kilometer itu merupakan jalan timbunan membelah tanah nyapah (Rawa) disungai Way Kiri.
“Jalan tersebut digenangi air, lumpur dan berlubang sehingga licin untuk dilalui. Jika pengendara tidak berhati-hati bisa terperosok kedalam sungai, “ungkap Andika Setiawan, Warga Kecamatan Gunung Agung, Sabtu (15/4/2017).
Melihat kondisi ini, jika tidak ada penanganan serius dan cepat dari pihak terkait, dikawatirkan kerusakan akan bertambah parah, maka aktivitas warga akan lumpuh total.
“Masyarakat 6 kecamatan wilayah utara kabupaten Tubaba seperti, Gunung Agung, Gunung Terang, Batu Putih, Lambu Kibang, Way Kenanga, dan Pagar Dewa, akan terisolasi, “ujarnya.
Hal yang sama dikeluhkan Anton warga Tiyuh Pulung Kencana, sebagai anggota kepolisian yang bertugas di Kecamatan Gunung Terang, mengungkap sulitnya melintas dijalan tersebut.
Sehingga ia harus memutar lewat Tulang Bawang untuk menuju Kecamatan Gunung Terang tempatnya bekerja, “sangat beresiko jika kendaraan roda empat yang melintas di jalan tersebut bisa terjebak lumpur, “ungkapnya.
Melihat kondisi itu Politisi Partai Nasdem Tubaba, S Joko Kuncoro, pihaknya mewakili warga dari 6 kecamatan wilayah utara kabupaten setempat meminta pemerintah daerah cepat tanggap dalam mengatasi ruas jalan tersebut.
Menurutnya jalan tersebut merupakan  satu-satunya jalan poros terdekat yang dilalui masyarakat menuju ibu kota kabupaten, “saya berharap Pemkab Tubaba secepatnya mengatasi keluhan masyarakat ini, “cetusnya.
Menurutnya, untuk mengatasi jalan tersebut dengan tanggap darurat tidaklah terlalu mahal. Sebab, Pemkab Tubaba memiliki alat berat gleder untuk meratakan dan membuang lumpur.
“Memang ruas jalan itu milik pemerintah provinsi, jika kondisi darurat apakah menyalahi, saya rasa tidak,”tandas orang nomor satu di Partai Nasdem Tubaba ini. (JE/RZ)
Comments
Loading...