Ini Penjelasan Rektorat UPR Terkait Dugaan Pemukulan Mahasiswa

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Pihak Rektorat Universitas Palangka Raya (UPR) beranggapan, dugaan insiden pemukulan sejumlah mahasiswa pada kegiatan audiensi di Aula Rahan Kantor Rektor UPR beberapa hari yang lalu tidak tidak terjadi seperti Informasi yang beredar akhir-akhir.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Rektor Bidang Kerjasama UPR Danes Djaya Negara ketika diwawancarai sejumlah awak media mengenai Informasi pasca adanya pemanggilan dari Aparat Kepolisian Resort Palangka Raya, Senin (03/04) kemarin.

Danes Djaya Negara ketika itu menjelaskan, video yang tersebar di media sosial terkait peristiwa tersebut tidak ada peristiwa pemukulan yang diduga dilakukan oleh pihak keamanan kampus kepada mahasiswa. Padahal dari awal sampai dengan akhir kegiatan dirinya tidak meninggalkan tempat audiensi.

“Insiden kemarin itu terjadi sekitar 5 menitan lah setelah Rektor menutup acara dialog itu karena sudah tidak kondusif lagi dan sudah tidak layak untuk diteruskan, maka dihentikan dulu. Karena dihentikan itu, membuat mahasiswa maju kedepan, tapi beberapa pihak keamanan mengantisipasi keadaan, bukan untuk menangkap, tapi hanya untuk menginginkan mahasiswa menjauh,” jelas Danes Djaya Negara.

Untuk memastikan tidak ada insiden pemukulan ketika itu, dirinya meminta seluruh foto kegiatan ke bidang Humas supaya nantinya bisa dipersiapkan. Karena situasi ketika itu lanjutnya, saling dorong mendorong yang terjadi. Belum lagi dari awal gestur mahasiswa seperti siap perang gitu. Bahkan pihaknya mengantongi data seseorang yang dianggap sebagai provokator.

Disinggung terkait adanya rencana ada pertemuan kembali dengan mahasiswa mengenai perosalan yang sama, dia meyampaikan belum bisa memastikan hal tersebut, dengan alasan mengantisipasi kemungkinan terjadi peristiwa yang sama. Tapi ketika kembali ke anarkis pihak UPR bisa saja melaporkan hal itu ke Pihak Kepolisian.

Danes menginformasikan, pertemuan selanjutnya itu akan dilakukan pada tingkat Fakultas. yang menjadi pertanyaannya, kenapa Mahasiswa sendiri tidak mau menyelesaikan persoalan ini ke pihak Dekan. Belum lagi ujarnya menambahkan, mahasiswa tidak mau mengisi absen, dan identitas kapus dari mana, bahkan ada beberapa yang menggunakan masker.

Bekenaan dengan informasi terkait pemanggilan pihak UPR, Kasat Reskrim Polres Palangka Raya AKP Ismanto Yuwono ketika dikonfirmasi menaranews.com via seluler menjelaskan pihak Kepolisian masih menindaklajuti laporan yang disampaikan seperti melakukan pemanggilan para saksi-saksi.

“Kita sesuaikan prosesur saja, jadi ketika ada laporan yang disampaikan, ya kita periksa dan kita tangani sesuai perosedur dan kewenangan dan kewajiban kami sebagai penegak hukum,” tutup Ismanto Yuwono.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...