Ini Kata Pemko Tanggapi Curhat Pedagang Pasar Bulan

MENARAnews, Medan (Sumut) – Selang beberapa saat berorasi, Pedagan Pasar Jalan Bulan diterima oleh perwakilan Pemko Medan. Sebelumnya mereka sempat meluapkan emosinya lantaran menolak penggusuran yang akan dilakukan oleh PD Pasar.
Beberapa perwakilan pedagang diterima oleh Kabag Tata Pemerintahan Noval dan Kabag Ekonomi Suherman. Mereka pun menggelar pertemuan di sebuah ruangan di lantai II Kantor Wali Kota Medan.
Saat pertemuan Noval menanggapi tuntutan para pedagang dengan santun.
“Saya rasa kekesalan bapak dan ibu terjadi karena sosialisasi mengenai kebijakan yang akan diterapkan di Jalan Bulan yang belum sampai secara utuh,” Kata Noval membuka pembicaraan.
Noval bilang sudah menerima dan memahami tuntutan para pedagang. Dia menyimpulkan, ada miskomunikasi antara PD Pasar dengan para pedagang.
“Perlu kami sampaikan bahwa, Pemko Medan akan mengembalikan fungsi Jalan Bulan seperti semula yakni sebagai fasilitas umum untuk jalan. Untuk itu, Pemko Medan meminta agar PD Pasar duduk bersama dengan pedagang yang selama ini ada disana untuk mencari solusi agar para pedagang tidak kehilangan tempat berjualan. Perlu digarisbawahi bahwa para pedagang tidak boleh kehilangan tempat mencari nafkah,” ujarnya.
Noval kemudian meminta beberapa salinan lainnya mengenai bantahan dari para pedagang atas pernyataan dari PD Pasar yang menyebut mereka sudah melakukan perundingan dengan para pedagang yang hasilnya disepakati untuk adanya pembongkaran kios pada tanggal 29 Februari 2017.
“Mana ada tanggal 29 Februari pada kalender 2017, yang ada Februari hanya sampai tanggal 28. Makanya dari situ saja sudah ketahuan PD Pasar bohong soal kesepakatan yang sudah dicapai,” ujar Ketua Forum Pedagang Pasar dan Pedagang Kaki Lima (FPKL) Luat Siahaan.
Menanggapi hal tersebut, Kabag Perekonomian Suherman memastikan para pedagang tidak akan digusur dari lokasi tersebut sebelum menggelar musyawarah dengan pedagang mengenai solusi dari persoalan mereka.
“Kami akan surati PD Pasar agar dalam waktu seminggu kedepan diadakan pertemuan guna menampung aspirasi dari para pedagang sekaligus solusi yang mereka inginkan. Selama itu, maka para pedagang silahkan berjualan ditempat itu,” ungkapnya.
Para pedagang sendiri menerima rekomendasi yang disampaikan kedua pejabat Pemko tersebut. Mereka mengakui protes dengan aksi unjuk rasa yang mereka lakukan karena pihak PD Pasar terkesan secara tiba-tiba ingin menggusur mereka dari lokasi berjualan saat ini.
“Masa tanpa ada musyawarah langsung datang surat meminta mengosongkan kios. Itu kan sewenang-wenang namanya. Makanya kalau difasilitasi untuk bermusyawarah bersama PD Pasar disitu akan kami sampaikan pemikiran kami mengenai solusi, agar mata pencaharian kami tidak hilang,” pungkas Luat. (Yug)
Comments
Loading...