IMM Pandeglang Kritisi Perayaan HUT Kabupaten Pandeglang

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pandeglang yang ke 143 terkesan hanya menghamburkan anggaran, penampilan artis ibukota, serta hiburan lainnya yang tak mencerminkan budaya ke Pandenglang-an, padahal masyarakat masih banyak perlu sentuhan pembangunan.

“Peringatan Hari Jadi Pandeglang di tahun 2017 terlihat lebih meriah dari tahun-tahun sebelumnya, euforia itu ditengah-tengah kondisi pembangunan dan kondisi masyarakat Pandeglang yang masih banyak perlu sentuhan pembangunan, yang mestinya dapat lebih diperhatikan”, demikian yang dikatakan Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pandeglang Nurman. (1/4/2017)

Tahun ini, lanjut Nurman, peringatan Hari Jadi Pandeglang terlihat sangat megah, bahkan menghadirkan artis ibukota dan hiburan lainya, yang mengesankan euforia belaka dengan anggaran APBD yang digunakan cukup besar. Sementara komitmen peningkatan kesejahteraan masyarakat masih dipertanyakan.

Nurman menambahkan, di usia Pandeglang yang sudah cukup lumayan tua 143 tahun, setahun lebih di kepemimpinan yang baru ini, pihaknya masih belum melihat program yang jelas baik dalam infrastruktur jalan, pelayanan birokrasi, program peningkatan kesejahteraan masyarakat, apalagi dalam pelayanan kesehatan yang masih banyak dikeluhkan.

Ia menuturkan, peringatan Hari Jadi Pandeglang jangan hanya bereuforia, pencitraan dan seremonial belaka dengan menghabiskan tak sedikit anggaran APBD, tapi mestinya dijadikan renungan dan komitmen untuk betul-betul berjuang untuk kesejahteraan rakyat, karena itulah tujuan nenek moyang kita dulu berjuang.

“Kami bukan menolak peringatan hari jadi Pandeglang, dengan segala hal yang ditampilkan, tapi cobalah berpikir bukankah sering dikeluhkan katanya Pandeglang APBD rendah, tapi bisa semegah itu dalam peringatan. Nenek moyang kita berjuang dulu agar masyarakat sejahtera, terlayani kebutuhan kesehatan, pendidikan, ekonomi dan lainnya.” kata Nurman

Nurman menjelaskan, fenomena Pandeglang hari ini masih memprihatinkan, masyarakat masih merindukan pelayanan kesehatan yang layak, ramah dan mudah. Peningkatan infrastruktur yang layak, bukan sekedar “bacakan” APBD dan tak ada monopoli proyek, belum lagi pendidikan yang berkualitas dan terjangkau hari ini masih dalam mimpi, serta mesti ada komitmen bahwa dalam realisasi program tak ada diskriminasi seperti bantuan rumah kumuh, sarana keagamaan, dan program lainnya.

Diketahui bahwa perayaan HUT Pandeglang dilakukan dengan berbagai rangkaian, mulai dari jalan santai, sepeda santai, pawai obor, tablig akbar, pementasan WALI band, pergelaran seni, dan lain-lain. (IY)

Comments
Loading...