Icakap Papua Gelar Tiga Kegiatan di Jayapura

MENARAnews Jayapura (Papua) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Cendikiawan Awam Papua (ICAKAP) menggelar tiga kegiatan seminar, raker dan pesta paska nuansa papua umat katolik di Jayapura.
Kegiatan seminar yang dilaksanakan pada tanggal 18 april kemarin diaula Susteran Maranata dan akan di lanjutkan dengan rapat kerja pada tanggal 20 sampai dengan tanggal 21 April di Grand Abe hotel, sedangkan pesta paska nuansa Papua ummat Katolik akan dilaksanakan pada hari sabtu tanggal 22 April mendatang.
“Kegiatan seminar hari ini diikuti sekitar 500 orang utusan yang hadir dari berbagai lembaga Katolik di Papua”kata Petrus Assem di Aula Susteran maranatha Waena,Selasa (18/42017).
Seminar ini kami adakan guna membangun pemahaman bagai mana orang orang Papua Katolik dapat memahami bagaimana jati dirinya dan paham tentang agama. Karena generasi muda masa kini sudah terbaur dan terpengaruhi oleh hal hal negatif sehingga seminar ini awal untuk memberikan pemahaman dan wawasan bagi ummat katolik.
Kegiatan seminar dan Rapat Kerja (Raker) ICAKAP, akan berlangsung pada Kamis dan Jumat mendatang (20-21/4/2017) dan dihadiri beberapa pimpinan kepalah daerah Bupati di papua yang beragama Kristen katolik dan non katolik akan hadir sebagai narasumber sesuai dengan keberhasilan pembangunan di Papua.
“unutuk mengawali Raker maka di adakan seminar lebih awal sehingga hasil dari seminar dengan pemateri pimpinan pimpinan kepala daerah di Papua sesuai dengan visi misinya itu akan menjadi satu pembahasan dalam raker agar program program yang akan di susun dalam Raker sesuai dengan Visi Misi kepala daerah di Papua”
jelasnya.
Thema sentral yang akan kami angkat di seminar kedua yaitu bagaimana keberhasilal pembangunan Papua masa kini dan bagai mana Papua di masa yang akan datang serta upaya upaya yang di capai.
Puncak kegiatan di Gor Waringin itu akan di tampilkan sesuai dengan budaya masing masing umat katolik di papua dan umumnya Indonesia yang berdomisili di Papua sesuai tradisi dan budayanya  seperti berpaian adat, lagu daerah,  misalnya lagu mada bakti bisa di robah dengan bahasa masing masing” tuturnya. (Surya)
Comments
Loading...