HTI Mukomuko Sosialisasikan Bendera Islam Melalui Pawai

HTI : Ini bukan bendera ISIS atau Teroris

MENARAnews, Kab. Mukomuko (Bengkulu) – Bertepatan dengan aksi 313 di Jakarta, Jumat (31/03/2017), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Mukomuko gelar pawai panji dan bendera Islam mengelilingi Kota Mukomuko.

Namun, HTI menegaskan, aksi pawai tersebut tidak ada kaitannya dengan aksi 313 dan murni merupakan agenda HTI.

“Tujuan pawai ini yaitu untuk menyampaikan ke masyarakat khususnya umat muslim tentang panji dan bendera Islam, Ar-Rayah dan Al-Liwa, ini bukan aksi 313 dan hanya kebetulan waktunya sama,” ujar Koordinator HTI Mukomuko, Aprizen, SH dalam orasinya.

Ia menyampaikan, melalui kegiatan ini, HTI ingin mengajak umat muslim untuk kembali memahami makna panji dan bendera Islam.

Karena, persepsi yang berkembang di masyarakat, panji dan bendera Islam ini dikonotasikan dengan kelompok Islamic State (ISIS) atau terorisme.

“Inilah bendera kita, bendera umat Islam, yang akan menyatukan muslim di seluruh dunia, bukan bendera organisasi, partai politik, bahkan ISIS, atau teroris,” tegasnya.

Ia menjelaskan, makna Ar-Rayah atau panji berwarna hitam merupakan bendera yang dibawa rasulullah saat dalam peperangan dan Al-Liwa atau bendera berwarna putih merupakan bendera negara Islam.

Namun, panji dan bendera ini tidak memiliki maksud untuk merujuk ke negara tertentu melainkan simbol umat Islam.

Ia mengharapkan, aparat penegak hukum tidak salah mengartikan bendera dan panji ini karena tidak ada kaitannya dengan aksi makar atau pun terorisme.

Dalam pawai tersebut, HTI sempat melakukan orasi singkat di simpang tiga Kota Mukomuko dan membagikan bendera dan panji Islam kepada masyarakat sekitar.

“Usai pawai di Mukomuko, agenda utama kita akan dilaksanakan di Bengkulu oleh seluruh anggota HTI se Bengkulu, yaitu 9 April besok, nantinya kita akan melakukan hal yang serupa yaitu pawai mengeliling Kota Bengkulu di pusatkan di Masjid At-Taqwa,” tutupnya.

Pawai HTI berlangsung lancar dan aman dbawah pengawalan Polres Mukomuko. (AL)

Comments
Loading...