HMI Palangka Raya : Pengelolaan CSR Harus Jelas dan Transparan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) melaksanakan aksi damai di bundaran besar, dalam aksinya mahasiswa meminta pengelolaan dana CSR harus jelas.

Ketua HMI cabang Palangka Raya, Ahmad Fauzi, mengatakan aksi tersebut dilaksanakan terkait pengelolaan sumber daya alam (SDA) di Kalteng, sebab selama ini pengelolaannya masih belum terinventarisasi dengan benar, karena bayak perusahaan yang belum melaksanakan aksi sosialnya.

“Pengelolaan Corporate social Responsibility (CSR) dipihak perusahaan masih belum jelas bahkan di tingkat pemerintah,” jelasnya saat diwawancarai setelah aksinya, Minggu (9/4).

Dia juga mengatakan, bahwa pihak pemerintah terutama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalteng, masih belum mengetahui dan belum memahami bagaimana pengelolaannya.

“Setelah kami menanyakan kepada komisi B di tingkat provinsi, pihaknya juga belum memahami pengelolaan sumber daya alam yang ada,” katanya.

Pihaknya juga mengharapkan ke depan ada peraturan daerah yang mengatur pengelolaan SDA dan juga pengelolaan aset-aset SDA di Kalteng.

“Kita mengharapkan ke depan ada Perda yang mengatur tentang pengelolaan SDA dan aset-aset SDA, serta pembagian CSR di tingkat pemerintah, Masyarakat, dan juga pembangunan di Kalteng,” harapnya.

Dia menambahkan, sampai saat ini pemahaman pengelolaan CSR belum jelas, sebab belum ada pengelolaan CSR yang jelas dan belum ada yang terinventarisasi dengan benar.

“Meskinya pengelolaan harus transparansi baik dari pemerintah juga perusahaan, dan meski ada satu lembaga yang mengelolanya, serta tempat pengelolanya jelas, karena selama ini dana CSR larinya ke mana dan untuk apa kita tidak tahu,” tukasnya.

Dirinya menilai, dana CSR meskinya untuk sosial, kesehatan, dan pendidikan namun selama ini kita tidak merasakan dampak tersebut.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...