Harga Barang Pokok Masih Relatif Stabil

MENARAnews, Tabalong (Kalsel) – Harga barang kebutuhan pokok yang terpantau Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tabalong pada beberapa pasar relatif masih stabil meskipun masih ada yang mengalami lonjakan hingga 38,2 persen (11/4).

Sekretaris Disperindag Tabalong yang juga menjabat sebagai Plt. Kadis Perindag Tabalong, Drs. H.M. Helman mengatakan bahwa menjelang Bulan Ramadhan beberapa harga mulai bergejolak, namun hal tersebut masih dalam batas normal.

“Perekonomian masyarakat di Tabalong sudah cukup baik sehingga masyarakat tidak terlalu merasakan dampak dari kenaikan harga pangan,” sebutnya.

Namun demikian, pihaknya tetap mengantisipasi apabila terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan dengan selalu bermitra dengan Bulog Barabai.

“Operasi pasar dapat dilaksanakan sewaktu-waktu apabila dibutuhkan. Kami biasanya juga mengecerkan beberapa bahan pokok dengan harga agen,” sambungnya.

Selain itu, ketersediaan stok barang untuk satu minggu kedepan masih cukup. Beras sekitar 57 ton, gula pasir sekitar 38 ton, minyak goreng sekitar 2.500 liter, dan tepung terigu sekitar 15 ton.

Dari data yang didapatkan menaranews.com di Disperindag Tabalong per 11 April 2017, terdapat beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga yaitu Beras jenis Mayori kemasan 5 kg dari Rp 65.000 menjadi Rp 70.000 (naik 7,7%), Gas LPG tabung 12 kg dari Rp 150.000 menjadi Rp 155.000 (naik 3,3%), Daging ayam ras dari Rp 35.000/ekor menjadi Rp 38.000/ekor (naik 3,3%), Telur itik pantai dari Rp 2.000 menjadi Rp 2.300 (naik 15%), Ikan asin jenis gabus dari Rp 75.000 menjadi Rp 85.000 (naik 13,3%), Ikan asin jenis telang tenggiri dari Rp 80.000 menjadi Rp 95.000 (naik 18,8%), Cabe rawit dari Rp 75.000 menjadi Rp 85.000 (naik 13,3%), Ikan gabus dari Rp 45.000/kg menjadi Rp 50.000/kg (naik 11,1%), Besi ringan (Batu neser) 10 mm dari Rp 34.000 menjadi Rp 47.000 (naik 38,2%), Besi ringan (Batu neser) 12 mm dari Rp 75.000 menjadi Rp 80.000 (naik 6,7%), Semen Gresik 50 kg dari Rp 58.000 menjadi Rp 59.000 (naik 1,7%), Semen Holcim 50 kg dari Rp 52.000 menjadi Rp 53.000 (naik 1,9%), Semen Conch 50 kg dari Rp 47.000 menjadi Rp 49.000 (naik 4,3%), Minyak tanah non subsidi dari 10.000/liter menjadi Rp 11.000/liter (naik 10%), Karet lum dari Rp 7.500/liter menjadi Rp 7.700/liter (naik 2,7%), Emas PM dari Rp 530.000 menjadi Rp 540.000 (naik 1,9%).

Sementara itu, bahan pokok yang mengalami penurunan harga yaitu Cabe keriting dari Rp 35.000/kg menjadi Rp 30.000/kg (turun 14,3%), Cabe merah dari Rp 30.000/kg menjadi Rp 28.000/kg (turun 6,7%), Kol dari Rp 12.000/kg menjadi Rp 10.000/kg (turun 16,7%), Ikan bandeng dari Rp 25.000/kg menjadi Rp 20.000/kg (turun 20%), Triplek/kayu lapis 3 mm dari Rp 55.000 menjadi Rp 53.000 (turun 3,6%). (Firman)

Comments
Loading...