Hadapi Karhutla, TSAK Menteng Perlu Peremajaan Alat

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Tidak dapat dipungkiri peran penting dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), yang ada di Kota Palangka Raya selama ini, tidak lepas dari semangat  para anggota maupun pemadam kebakaran, salah satunya  dari personil Tim Serbu Api Kelurahan (TSAK) yang ada pada setiap kelurahan.

Seperti keberadaan TSAK yang dimiliki Kelurahan Menteng Kecamatan Jekan Raya, dimana personilnya hingga kini masih solid menjaga keterpaduan timnya, mesti tidak harus berjibaku dengan bencana kebakaran.

hal Itu diungkapkan langsung oleh Lurah Menteng, Kamala Ratna yang mengatakan, hingga kini personil yang bertugas untuk TSAK Kelurahan Menteng, masih solid dan kompak.

“Personilnya TSAK yang ada, hanya berjumlah delapan orang. Bila ada waktu senggang mereka selalu mengecek kelengkapan maupun peralatan Damkar, apakah masih bisa digunakan atau perlu peremajaan,” ungkapnya, Selasa (18/04), di ruang kerjanya.

Menurut Ratna, bila berkaca pada Karhutla di tahun 2015, maka TSAK Menteng, berkontribusi besar dalam membantu pemadaman area yang terbakar. Bahkan cenderung saat itu, kinerjanya cukup tinggi, karena harus mengantisipasi dan mengatasi tingkat kebakaran karhutla yang juga cukup besar terjadi di Kota Palangka Raya.

Hanya saja kata dia, sarana dan prasarana yang dimiliki TSAK Menteng masih belum cukup memadai.

“Beruntung dari setiap kali pengecekan alat maupun fasilitas yang dimiliki, masih bisa digunakan, Meskipun ada kekurangan pada sebagian peralatan penunjang, seperti pipa air maupun mesin genset yang perlu lebih baik lagi kemampuan operasionalnya,” beber dia.

Pun demikian lanjut Ratna, selama ini meski dengan keterbatasan, TSAK Menteng, selalu siap manakala dibutuhkan dalam berbagai hal.

“Bila dirinci, kelengkapan untuk setiap personil seperti pakaian pemadam, sepatu dan helm standar belum dimiliki. Hanya saja yang terpenting peralatan pendukung, sepertinya lebih bisa mendapat akomodir serta perhatian pemerintah terutama dalam hal peremajaan alat,” cetusnya.

Ditambahkan  Ratna,  untuk mengisi kekompakan tim TSAK Menteng agar tetap solid, maka setiap personil TSAK terus dibekali dengan penguatan skill.

“Secara tidak langsung TSAK ini berada di bawah naungan Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK). Kami berharap, tim ini sewaktu-waktu bisa dilibatkan untuk mengikuti kegiatan latihan yang digelar pihak BPB-PK,”pintanya.

Diakui Ratna, memang tidak mudah untuk menjaga keutuhan tim TSAK Menteng, bahkan kata dia, pihaknya selalu gonta- anti personil, manakala mengalami sejumlah kekosongan.

“Personil sebagaian ada yang sambil bekerja, kalau mereka berharap dari  insentif TSAK tentu masih sangat kecil, dimana setiap bulannya seorang anggota TSAK hanya menerima insentif sebesar Rp100 ribu saja,” tutupnya.(AF)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...