Evaluasi Kinerja KPU Pandeglang, Ini PR Yang Harus Dibenahi

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang menggelar Rapat Evaluasi dan Pembubaran Badan Adhock Pada Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Banten Tahun 2017 oleh KPU Pandeglang di Hotel Karisma Panimbang, Jumat malam. (21/04/2017)

“Saya haturkan permohonan maaf kepada ketua KPU Provinsi Banten atas keterlambatan proses rekapitulasi perhitungan suara di Kabupaten Pandeglang, karena memang dinamika di lapangan begitu meningkat, insyaa Allah kedepan bisa diperbaiki lagi”, jelas Ketua KPU Pandeglang Ahmad Suja’i.

Ia melanjutkan, terkait beberapa kejadian yang ditemukan di lapangan pada saat pemberkasan DPT, masih ditemukannya beberapa kasus DPT yang tidak terdaftar dan anak sekolah yang punya hak pilih tidak masuk dalam DPT, sehingga menyebabkan terhambatnya proses rekapitulasi perhitungan surat suara di KPU Pandeglang.

“Insyaa Allah kedepan akan kita perbaiki dan tingkatkan lagi terutama persiapan pengecekan DPT”, imbuhnya.

Pihaknya mengakui adanya permasalahan terkait honorarium PPK yang belum sempat dibagikan. “Saya mohon maaf, karena memang masih ada hal-hal yang belum dirapatkan dan diselesaikan di KPU Pandeglang, mohon kiranya rekan-rekan bersabar sedikit, karena ini menyangkut surat pertanggungjawaban kepada negara”, ujar Suja’i.

Di tempat yang sama, Ketua KPU Provinsi Banten Agus Supriatna menuturkan, pihaknya sangat mengapresiasi kinerja KPU Pandeglang atas kerjasamanya dalam mensukseskan Pilgub Banten 2017, walaupun ada beberapa hal yang ditemukan di lapangan terkait masalah DPT yang bermasalah, seperti adanya pemilih ganda, surat keterangan dari Disdukcapil yang dipalsukan, dan hasil rekap suara dari pendukung pasangan calon yang tidak sinkron dengan data KPU Provinsi Banten.

“Semua itu terjadi bukan hanya di Pandeglang tapi di semua wilayah kab/kota di Banten, ini juga menjadi PR (pekerjaan rumah) kita bersama ke depan”, tandasnya.

Ia menghimbau, KPU Pandeglang bersama tim PPK serta PPS juga agar memaksimalkan sosialisasi karena masih banyak pemilih yang tidak ikut memilih yang menyebabkan tingginya tingkat golput di Pandeglang. “Karena bagaimanapun juga, tingkat partisipasi masyarakat adalah bagian kesuksesan penyelenggaraan Pemilu”, tambahnya.

“Selanjutnya permasalahan-permasalahan yang saya sampaikan di awal tadi, adalah tanda kinerja kita jauh dari kata sempurna, untuk itu dalam rapat evaluasi ini, jadikan momen kita untuk benar-benar memperbaiki kinerja ke depan, apapun kekurangan kita dalam hal penyelenggaraan Pilgub Kemarin harus dicari solusi bersama-sama untuk memudahkan proses selanjutnya”, tegasnya.

Secara keseluruhan, kata Agus, kinerja KPU Provinsi Banten dinilai baik berkat KPU di daerah juga, hal tersebut dibuktikan dengan apresiasi dari KPU RI kepada KPU Provinsi Banten terkait meningkatnya partisipasi pemilih dari masyarakat penyandang disabilitas.

“Kesan ramah dari KPU Provinsi Banten terhadap penyandang disabiltas berkat kerja rekan-rekan di Lapangan”, tutupnya. (IY)

 

Comments
Loading...