DPRD Palangka Raya Belajar Pengelolaan Bank Sampah ke Jakarta

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Upaya penanganan dan pengelolaan sampah saat ini terus digiatkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya, terlebih selama ini Ibukota Provinsi Kalimantan Tengah itu, bertekat untuk mampu memperoleh hasil gemilang di bidang lingkungan hidup dan kebersihan, yakni Adipura. Sementara itu DPRD kota setempat selaku mitra kerja pemerintah, tentu diharapkan turut mendukung upaya penanganan dan pengelolaan sampah yang telah dilakukan oleh Pemko itu sendiri.

“Anggota DPRD kota, khususnya dari Komisi B, akan  melakukan kunjungan kerja, ke Kota Jakarta, tujuan utama adalah untuk mempelajari  strategi dan sistem pengelolaan sampah yang dilakukan manajemen bank sampah,” ungkap Ketua Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Nenie Adriati Lambung, Selasa (04/04), di gedung DPRD setempat.

Kenapa harus ke Jakarta?, menurut Nenie, tentu ada sisi-sisi maupun sudut pandang yang bisa dicermati ataupun  dipelajari. Terlebih hampir setiap kawasan ibukota negara tersebut, memiliki tingkat kepadatan, baik penduduk maupun bangunan dan perumahan.

Oleh sebab itulah, anggota DPRD Palangka Raya memandang Jakarta menjadi tujuan tepat, dalam hal untuk mempelajari serta mengetahui secara langsung bagaimana strategi dan sistem pengolahan sampah yang terintegrasi melalui bank sampah.

“Kota Palangka Raya sudah memiliki beberapa depo sampah, dan berdasarkan informasi ada dua bank sampah yang sudah didorong oleh Pemko untuk melakukan pengelolaan sampah dengan baik. Hanya saja, kondisi manajemen bank sampah di kota ini kita belum mengetahui secara persis,”beber Nenie, disela-sela kesiapan keberangkatan pihaknya ke Jakarta.

Lain halnya lanjut dia, sistem manajemen bank sampah di sejumlah wilayah Jakarta telah memiliki manajemen yang baik. Bahkan, pihak manajemen bank sampah melakukan pungutan langsung sampah ke rumah-rumah warga terutama dalam memilah sampah yang bernilai ekonomis.

“Ya, kabarnya, malah pihak bank sampah yang membeli sampah produktif dari warga. Sedangkan di Palangka Raya manajemen bank sampah belum menyentuh hingga pada taraf tersebut. Jangankan hal itu, dalam memilah-milah sampah baik organik maupun non organik atau bernilai ekonomis atau tidaknya, masih belum dapat dilakukan,” tandas politisi PDI Perjuanghan Kota Palangka Raya itu.

Diharapkan tambah Nenie, melalui kunjungan kerja untuk mempelajari penanganan dan pengelolaan sampah yang terintegrasi dengan bank sampah, setidaknya akan banyak hal yang dapat menjadi masukan bagi Pemko Palangka Raya untuk mendorong masyarakat untuk membuat bank sampah serta bagaimana pengelolaan sampah dengan manajemen yang baik.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...