Dinas Pertanian Kapuas Segera Sosialisasikan Asuransi Petani

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng) – Program asuransi pertanian segera direalisasikan di Kabupaten Kapuas. Saat ini Dinas Pertanian tengah bersiap untuk mensosialisasikan program itu kepada para petani di daerah setempat.

Kepala Seksi Pembiayaan dan Investasi Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas, Yuda Lewi mengatakan, dalam waktu dekat sosialisasi pertanian akan dilakukan pihaknya pada lima Balai Penyuluh Kecamatan (BPK) yang merupakan daerah sentra pertanian sasaran Program Upsus Swasembada padi.

“Untuk kegiatan sosialisasi kami nanti akan turun bersama-sama dengan pihak PT Jasindo, terutama sasaran kita adalah petani di wilayah sasaran Program Upsus. Surat pemberitahuan sosialisasinya sudah kita sampaikan kepada Kepala BPK masing-masing,” katanya di Kuala Kapuas, Kamis (20/4/2017).

Menurut Lewi asuransi pertanian sangat penting bagi para petani untuk melindungi usahanya. Pasalnya, asuransi tersebut merupakan pengalihan resiko yang dapat memberikan ganti rugi akibat kerugian usaha tani sehingga keberlangsungan usaha tani dapat terjamin.

“Tujuan asuransi ini salah satunya untuk memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi gagal panen sebagai akibat resiko banjir, kekeringan dan serangan hama. Petani nanti akan memperoleh ganti rugi keuangan yang akan digunakan untuk modal kerja usaha tani untuk pertanaman berikutnya,” ungkapnya.

Adapun harga pertanggungan yang ditetapkan dalam asuransi ini sesuai petunjuk tekhnisnya, adalah sebesar Rp 6 juta perhektar permusim tanam. Harga pertanggungan menjadi dasar perhitungan premi dan batas maksimum ganti rugi. Premi asuransi adalah sejumlah uang yang dibayar sebagai biaya untuk mendapatkan perlindungan asuransi, total premi asuransi sebesar Rp 180 ribu perhektar permusim tanam.

Sedangkan besaran bantuan premi dari pemerintah sebesar Rp 144 ribu perhektar permusim tanam dan sisanya merupakan swadaya petani sebesar Rp 36 ribu perhektar permusim tanam. Nah, jika luas lahan yang diasuransikan kurang atau lebih dari satu hektar, maka besaran preminya (dan ganti rugi) dihitung secara proposional.

“Dengan adanya asuransi ini yang jelas ada jaminan bagi petani dalam usaha padinya, karena apabila mengalami kegagalan mereka masih dapat melanjutkan usahanya pada musim tanam berikutnya,” jelas Lewi seraya menyebutkan petani calon peserta asuransi nantinya akan ditetapkan oleh pihaknya. (irf)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...