Dinas Pertanian Kapuas Kembangkan Padi Hibrida dan Padi Hazton

MENARAnews, Kuala Kapuas (Kalteng)– Dalam rangka mendukung produksi padi tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Kapuas melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pengembangan tanaman padi hibrida dan padi hazton. 

Padi hibrida rencananya dikembangkan di atas lahan seluas 2.500 hektar yang lokasinya tersebar di 8 kecamatan di Kabupaten Kapuas, untuk priodik tanam April-September (MT-Asep). Sedangkan padi hazton rencananya dikembangkan di lahan seluas 3.100 hektar.

Padi hazton sendiri merupakan tekhnik tanam baru yang ditemukan oleh Hazairin dan Anton Kamarudin disingkat Hazton, yang awalnya digalakkan di Kalimantan Barat. Tekhnik Hazton ialah suatu system tanam padi yang menggunakan benih berusia tua yaitu sekitar umur 23-35 hari, dan penanamannya dilakukan setiap lubang tanam 20-30 batang tanaman padi.

Tujuan dari tekhnik tanam padi ini adalah untuk menjadikan tanaman lebih produktif dengan cara mengurangi anakan padi. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Anjono Bhakti sangat berterima kasih kepada pemerintah pusat yang telah memberikan bantuan untuk program pengembangan tanaman pangan di daerah setempat.

“Kita terima kasih dengan pemerintah pusat yang telah memberikan bantuan  untuk tanaman pangan kita di Kabupaten Kapuas ini,” katanya di Kuala Kapuas, Minggu (30/4/2017).

Sebelumnya, Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kapuas, Jarwadi, kepada wartawan menjelaskan, program padi hibrida dilaksanakan pada musim tanam April-September yang harapannya tanam di bulan April-Mei untuk mendukung produksi padi tahun 2017.

Dari delapan kecamatan yang direncanakan menjadi lokasi pengembangan padi hibrida tersebut, satu kecamatan diantaranya yang paling terbanyak serapan lokasi program padi hibrida itu yakni Kecamatan Bataguh. “Kecamatan Bataguh kemungkinan yang terbesar serapan lokasinya meliputi Desa Terusan Karya, Terusan Mulia dan Desa Terusan Raya Barat,” ungkapnya.

Sedangkan program pengembangan padi teknik hazton di Kabupaten Kapuas  seluas 3.100 hektar, pelaksanaanya terbagi pada dua musim tanam yakni MT Asep dan MT Okmar. “Sekarang kami baru merekap data usulannya untuk selanjutnya dilakukan pemantapan kembali karena lokasinya rencana di dua belas kecamatan,” terang Jarwadi saat itu. (irf)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...