Di Palangka Raya, Perlu Ada Perhatian Tentang Pernikahan di Usia Dini

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak Kota Palangka Raya, Tiur Simatupang mengatakan pergaulan bebas, seks pra nikah, desakan orang tua, dan desakan ekonomi jadi salah satu faktor perkawinan dini di Palangka Raya.

Mantan kepala Dinas Kesehatan Kota ini menerangkan padahal nikah dini memiliki banyak kekurangan. Dari segi kesehatan reprodruksi, psikologis hingga sosial dan sudah tentu tak sesuai aturan hukum berlaku.

“Palangka Raya ada masih nikah dini, harusnya itu tidak terjadi. Kasihan belum siap semua,” ungkapnya, Senin (10/04), di Palangka Raya.

Tiur menjelaskan ada kasus seorang remaja putri nikah dan melahirkan pada sebelum usia perkawinan. Akibat dari itu saat melahirkan dipastikan pendarahan, bahkan bisa anak itu mengalami masalah mental, lumpuh atau prematur sebab sel-sel rahim belum sempurna. Termasuk rentan atas Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).

“Ada kasusnya, melahirkan usia 15 tahun pendaharan, untung bisa tertolong. Maka itu memang harus direncanakan secara matang. Ingat dari segi kesehatan, psikologis, sosial dan hukum,” terangnya.

Dia membeberkan berdasarkan analisis kesehatan. Perempuan berusia 21 tahun dan lelaki berumur 25 tahun. Walaupun di UU Perkawinan usai nikah 16 untuk wanita dan 21 untuk pria. Tetapi bila diteliti lagi, usia itu masih labil dan WHO pun mengatakan usia 18 masih remaja.

”Saya setuju kalau UU Perkawinan di revisi,” tegasnya.

Tiur menambahkan Dinas yang dipimpinnya hingga hal ini hanya memberikan perlindungan dan masukan, jangan sampai ada pernikahan dini dan dipaksakan.

“Jadi menikahlah sesuai aturan dari segi kesehatan dan lain.Jangan karena desakan orangtua, hamil diluar nikah. Ingat pikirkan secara matang, jangan mikir sesaat.” tutup Tiur.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...