Data TKA di Palangka Raya Masih Sedikit

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Palangka Raya, H Said Sulaiman, mengatakan keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di kota setempat masih minim, bahkan jumlahnya hanya berkisar kurang dari 10 orang yang terhitung mau bekerja di kota yang berjulukan ‘Kota Cantik’ tersebut. Dengan jumlah TKA yang masih sedikit kata Said, tidak mempersulit pihaknya melakukan pengawasan.

“Kami sudah melakukan kroscek di lapangan sejauh mana perkembangan jumlah TKA hingga tahun 2017, ternyata belum ada perubahan yang berarti,” tukasnya.

Lanjut Said Sulaiman, dirinya tidak bisa memberikan gambaran secara ril bidang pekerjaan yang jelas para TKA yang bekerja di Palangka Raya, namun rata- rata TKA tersebut bekerja sebagai tenaga pendidik serta perusahaan zirkon.

“Perlu diketahui Disnaker juga menyediakan dana untuk melakukan pengontrolan dibeberapa titik keberadaan orang asing yang selama ini bertempat tinggal maupun bekerja di Palangka Raya. Hal tersebut telah menjadi ketentuan,” ujarnya, saat berbincang, Minggu (23/4).

Terlebih lanjut dia. Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri menginstruksikan untuk gencar memperketat pergerakan tenaga kerja asing yang bekerja di wilayah Indonesia, terutama yang tidak memiliki izin legal sehingga dapat merugikan negara. Terlebih para pekerja asing yang seenaknya masuk ke wilayah yang bukan negaranya.

“Jadi sampai saat sekarang ini TKA di Palangka Raya hanya berjumlah di bawah angka 10 orang. Diatas 10 orang jelas itu tenaga asing siluman yang tidak mengantongi izin resmi untuk bekerja di Palangka Raya,” tegasnya.

Disinggung mengenai sanksi atau deportasi ketika ditemukan warga asing yang bekerja namun tidak mengantongi izin. Maka kata Said, hal tersebut bukan lagi tugas Disnaker untuk melakukan penanganan, melainkan petugas imigrasilah yang wajib mengurus segala aturan yang diberikan maupun sanksi pelanggaran.

“Kami sebatas pengawasannya saja terhadap tenaga kerja asing yang ada di Palangka Raya ini. Sedangkan sanksi serta melakukan deportasi kepada tenaga asing adalah pihak Imigrasi perwakilan Provinsi Kalimantan Tengah. Kami selama ini hanya melakukan sidak di lapangan serta melakukan pengawasan sesuai dengan tupoksinya,” bebernya.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...