Dana CSR BJB Disoal, Pemkab Akan Panggil Tawa Sopan

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Pelaksana Jabatan Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Pandeglang, Fery Hasanudin menyebutkan akan memanggil pengurus Badan Pengelola Tanggungjawab Sosial Perusahaan dan Lingkungan (Tawa Sopan) Kabupaten Pandeglang. Hal ini buntut dari dugaan tidak relevannya dana Coorporate Social Responsibility (CSR) dari Bank Jabar Banten (BJB) guna pembangunan Tugu Bundaran di Kecamatan Labuan.

Forum Kota Pemuda dan Pandeglang (FK-PMP) menilai, pembangunan Tugu Bundaran dengan nilai anggaran Rp 189 juta, tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat. Mengingat, masih banyak warga Labuan yang berada di bawah garis kemiskinan.

Pj Sekda mengatakan, pihaknya pun akan memintai klarifikasi dan melakukan investigasi terhadap penyaluran dan CSR oleh Tawa Sopan.

“Jika memang mereka terbukti tidak benar, mereka akan saya undang. Kami akan investigasi,” ujar Fery. (26/4/2017).

Fery menyatakan, pihaknya tidak bisa langsung memvonis jika pembangunan Tugu Bundaran merupakan kabijakan yang keliru. Karena pihaknya belum mendapat keterangan dari Tawa Sopan. Apalagi sampai saat ini Pemkab belum mendapat tembusan perihal penyaluran dana bantuan untuk pembangunan tugu yang diklaim sebagai gerbang wisata menuju Kecamatan Carita tersebut.

“Sampai sekarang memang belum ada laporan ke eksekutif. Tetapi kalau itu layak dan sesuai kajian, ya tidak masalah,” katanya.

Hanya saja, Fery mengungkapkan, tudingan soal Tawa Sopan yang tidak adil juga patut diperjelas. Alasannya, dana CSR dari seluruh perusahaan belum terkumpul, sehingga dapat dimaklumi jika penyalurannya belum menyentuh kepada semua aspek kebutuhan masyarakat.

“Kalau ada kekurangan, kami akan koreksi. Tetapi kalau persoalannya tidak adil, harus objektif karena pemasukan mereka belum sepenuhnya diterima. Jadi mungkin belum semua kebutuhan direalisasi,” tutur Fery.

Dia pun menjelaskan, keberadaan Tawa Sopan memiliki fungsi penting untuk mengkoordinir dana CSR perusahaan yang selama ini diakui belum dikelola dengan baik. Maka dengan hadirnya Tawa Sopan, diharapkan dana tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan bisa tersentralisasi dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Melalui Tawa Sopan, pengelolaan CSR bisa lebih baik. Mereka mengkoordinir CSR, yang sebelumnya tidak terkoordinir. Maka melalui Tawa Sopan kami optimalkan bahwa lembaga yamg menyalurkan CSR tersentralisasi dan peruntukkannya jelas. Apalagi pembentukan Tawa Sopan merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 mengenai Tanggungjawab Sosial dan Lingkungan Perseroan Terbatas,” beber pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPRD Pandeglang tersebut. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...