CPCL Pandeglang Mencapai 51 Ribu Hektar

MENARAnews, Serang (Banten) – Dalam upaya mensukseskan Provinsi Banten sebagai Sentra Jagung di Indonesia, Pemerintah Provinsi Banten bersama pemerintah daerah menggelar Tapat Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL) Upaya Khusus (Upsus) Jagung Provinsi Banten, di Gedung Pendopo Gubernur Banten, Selasa (18/04/2017).

Rapat tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah Provinsi Banten Ranta Soeharta dan dihadiri oleh Komandan Korem 064/Maulana Yusuf (MY) Kolonel Czi Ito Hardianto, Bupati Pandelang Hj Irna Narulita, Wakil Bupati Lebak Ade Sumardi, Dandim Kabupaten Pandeglang Letkol Inf. Ganiahardi, Dandim Lebak, Serang, Cilegon, Kadis Pertanian Provinsi Banten Agus Tauchid, dan perwakilan lainnya dari beberapa Kabupaten Kota yang ada di Banten.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Pandeglang Hj. Irna Narulita menyampaikan, keseriusan Pemerintah Daerah Kabupaten Pandeglang dalam mensukseskan Provinsi Banten sebagai sentra jagung di Indonesia sangat tinggi. Dimana Pandeglang, hingga saat ini masih memverifikasi lahan dalam perluasan areal tanam jagung.

“Dari 100 ribu hektar yang ditargetkan, 70 ribu sudah ada. 51,526 sudah CPCL, sisanya 18 ribu lagi kami harap 28 April sudah CPCL semuanya,” katanya.

Menurut Bupati, dalam rangka menunjang perluasan areal tanam jagung, Pemerintah Kabupaten Pandeglang sangat membutuhkan Herbisida dan Ekskavator.

“Kami harap dukungan dari Dinas Pertanian Provinsi Banten untuk memberikan bantuan herbisida, dan Eksavator dalam rangka perluasan areal tanam jagung,” jelasnya.

Di tempat hang sama, Sekda Provinsi Banten Ranta Soeharta menyatakan rasa optimis Provinsi Banten dapat terwujud menjadi sentra jagung. Hal itu terlihat dari Jumlah CPCL dari tiga Kabupaten yang teris mengalami peningkatan, yakni Pandeglang, Lebak, dan Kabupaten Serang.

“Saya harap pada rapat yang akan datang di Polda Banten, CPCL nya meningkat lagi. Karena sesuai instruksi Menteri Pertanian, minimal diatas seratus ribu hektar, sekarang sudah hamper 142 ribu hektar yang CPCL,” katanya.

Untuk meningkatkan motivasi masyarakat dalam menanam jagung, lanjut Ranta, pihak Pemprov Banten melalui Dinas Pertanian akan melakukan kerja sama dengan ikatan perusahaan pakan ternak agar dapat menampung hasil panen.

“Selama ini permasalahan yang dipikirkan oleh masyarakat yaitu menjual hasil panen. Pihak Provinsi sudah bekerjasama dengan Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) agar dapat manampung hasil panen dari para petani,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Lebak sekitar 30 ribu hektar, CPCL Kabupaten Serang 3.348 hektar, Kota Serang 85 hektar, Kabupaten Tanggerang 275 hektar, dan Kota Cilegon 250 hektar. (IY)

Comments
Loading...