Bulan Ramadhan Di Kalteng, Dibutuhkan 25.000 Ekor Ayam Per Hari

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Menjelang bulan suci Ramadhan tahun 2017 tinggal menghitung hari. Oleh sebab itu Pemerintah Daerah perlu memastikan agar stok komoditi kebutuhan pokok pada pelaksanaan ibadah puasa tersebut dapat tersedia. Menurut Informasi yang di peroleh, kebutuhan daging ayam ras pada bulan puasa diperkirakan mencapai 19.000 ekor per harinya.

Hal ini disampaikan Ketua Asosiasi Peternakan Ayam Ras Provinsi Kalteng Andy Busatan ketika menghadiri kegiatan rapat koordinasi indentifikasi barang kebutuhan pokok menjelang lebaran dan dan idul fitri tahun 2017, Kamis (17/04) di salah satu Hotel di Palangka Raya.

Andy menyampaikan, kebutuhan akan daging ayam ras diperkirakan meningkat lebih dari 6000 ekor per harinya ketika menjelang perayaan idul fitri yakni mencapai sekitar 24.000 sampai 25.000 ekornya per hari.

“Kekuranganya pasti ditutupi dari wilayah Banjarmasin Kalimantan Selatan. Sekarang ini kita masih mengambil dari Banjarmasin sekitar 8000 ekor per hari. Dimana kebutuhan kita per harinya saat ini mencapai 17.000 ekor per harinya” jelas Andy.

Namun di saat-saat tertentu, lanjutnya dimungkinkan kebutuhan akan daging ayam ras di Kalteng bisa mencapai 25.000 ekor per harinya. Ke depannya bagaimana caranya Kalteng sendiri mampu memberdayakan para peternak yang ada supaya semuanya tetap eksis dan dapat memenuhi kebutuhan daerah.

Sehingga suplai kebutuhan akan daging ayam ras khususnya di Kota Palangka Raya misalnya bisa stabil. Karena kalau tidak tambahnya lagi, kekhawatiran akan terjadi inflasi yang disebabkan oleh ayam ras bisa saja terjadi.

“Kalau Peternakan ayam ras yang aktif saat ini mencapai 120 an orang untuk sekala besar mencapai 5000 ekor ayam ras, ditambah peternakan-peternak skala kecil yang mungkin mencapai 200 an orang,” kata Andy menambahkan.

Kendati demikian Andy berharap untuk suplai daging ayam ras khusus di Kalteng  menjelang puasa dan Idul Fitri dapat tercukupi.

Berkaitan dengan antisipasi apa saja yang akan dilakukan pada saat pelaksanaan puasa dan lebaran tahun di tahun 2017 ini, Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional Kementrian Perdagangan RI Dody Edward ketika diwawancarai menaranews.com menyampaikan perlu memastikan ketersedian pasokan.

“Jadi kepada distributor agen dan lain-lain hendaknya melaporkan stoknya, dan ini dilakukan secara rutin. Nanti Dinas Terkait akan melaporkan hal itu kepada Pemerintah Pusat dan nanti akan terlihat jumlah stok nasional,” jelas Dody Edward.

Dari hasil laporan yang disampaikan lanjutnya, maka akan terlihat stok per masing-masing Provinsi seperti apa, dan Pemerintah Pusat akan melihat mana Daerah-Daerah Provinsi yang defisit dan yang durplus. Jadi daerah yang surplus akan menyuplai ke daerah yang kekurangan.(arli)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...