Aktivis Pemuda Minta Badan Tawa Sopan Dibubarkan, Ada Apa?

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Badan Pengelola Tanggungjawab Sosial Perusahaan dan Lingkungan (Tawa Sopan) Kabupaten Pandeglang merupakan lembaga pengelola dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari seluruh perusahaan di Pandeglang. Salah satu penyaluran dana CSR dilakukan untuk pembangunan Tugu Bundaran Labuan, tugu tersebut dinilai tidak sesuai dengan amanat Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Tanggungjawab Sosial Perusahaan dan Lingkungan.

“Tawa Sopan hari ini hanya mencari keuntungan, kami meminta bubarkan Tawa Sopan hari ini”, tegas Koordinator aksi Forkot Pemuda Pandeglang Ucu Fahmi saat menyampaikan orasinya di depan Bank Jawa Barat (BJB) Pandeglang. (25/04/2017)

Menurutnya, perlu dilakukan pengkajian terkait dana CSR yang dikeluarkan oleh BJB kepada Tawa Sopan. Hal ini dikarenakan tidak adanya transparansi dana CSR yang dikelola.

“Perlu dikaji, berapa pertahun BJB melontarkan CSR kepada Tawa Sopan. Disitu tidak ada transparansi CSR”, ujarnya.

Untuk itu, lanjut Ucu, pihaknya meminta Direktur BJB segera membuka berapa jumlah dana CSR yang keluar.

“Harga mati bagi kami, kita bubarkan Tawa Sopan”, pungkasnya.

Sementara itu, salah satu aktivis pemuda Aob meminta BJB untuk tidak lagi beroperasi di Pandeglang karena Provinsi Banten sudah memiliki Bank Banten. “Kami minta BJB angkat kaki dari Pandeglang dan pemerintah membubarkan Tawa Sopan karena pelaksanaannya banyak pelanggaran”, tandasnya.

Pihaknya mendesak agar DPRD untuk memanggil Tawa Sopan dan mencabut Perda Tawa Sopan.

“Kami minta DPRD membubarkan Tawa Sopan”, imbuhnya. (IY)

Comments
Loading...