Akibat Rem Blong, Bus Murni Diseruduk Puso

MENARAnews, Pandeglang (Banten) – Aarmada bus Murni jurusan Labuan-Kali Deres kembali terlibat kecelakaan lalu lintas. Kali ini, bus berwarna dominan merah tersebut berbenturan dengan sebuah truk Puso di Jalan AMD Lintas Timur, Desa Cipacing, Kelurahan Ciputri, Kecamatan Kaduhejo, Pandeglang, Rabu (5/4/2017). Bus Murni dengan nomor polisi A 7655 CC dihantam dari belakang oleh truk Puso dengan nopol B 9903 DB yang melaju kencang dari arah Cipacung menuju Serang.

Peristiwa ini terjadi diduga lantaran rem truk puso tanpa muatan tersebut blong sehingga tidak dapat mengendalikan laju kendaraan. Sang supir truk sempat membanting setir ke kanan jalan, akan tetapi akibat kendaraan melaju kencang, akhirnya turut menghantam tembok pekarangan rumah seorang warga.

Salah seorang warga setempat, Yayan mengaku mendengar suara dentuman keras saat truk menabrak bus Murni. Saking kencangnya, mengundang rasa penasaran warga. Imbasnya, kemacetan panjang pun tidak dapat dihindarkan.

“Saya dengar suara tabrakannya, makanya langsung lari menuju TKP (Tempat Kejadian Perkara). Sebagian warga malah sedang berada di dalam rumah,” tuturnya.

Tak lama kemudian, petugas Kepolisian datang mengamankan TKP. Dari pengakuan personil Laka Lantas Polres Pandeglang, Aipda Enjang ST, kejadian tersebut disebabkan oleh rem kendaraan puso yang tidak berfungsi. Untuk menghindari kecelakaan beruntun, lalu supir truk mengarahkan setirnya ke kanan sehingga menabrak pagar warga.

“Kendaraan puso muatannya kosong. Ini karena rem blong, hilang kendali jadi menabrak bagian belakang Murni. Supir sempat menghindar ke kanan, kemudian nabrak pagar warga,” jelasnya.

Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka serius. Supir truk hanya mengalami luka lecet dibagian pelipisnya dan langsung dilarikan ke klinik terdekat untuk diberi penanganan medis. Seluruh penumpang di dalam bus Murni juga langsung dievakuasi dan dipindahkan ke angkutan lain.

“Tidak ada korban jiwa. Penumpang seluruhnya selamat dan tidak ada yang cidera, semua penumpang langsung dievakuasi ke angkutan lain. Arus lalu lintas juga lancar. Untuk pengemudi puso sedang dalam perawatan karena luka sedikit, lecet dipelipis,” terang Enjang.

Sementara pemilik rumah, Asep Iskandar, berharap agar ada pihak yang mengganti rugi. Karena akibat kecelakaan tersebut, tidak hanya pagar pekarangan yang hancur, namun juga kolam ikan miliknya turut menjadi korban. Ditaksir, kerugian mencapai 5 juta rupiah.

“Saya minta kembali lagi, karena ini kalau dilihat rugi. Karena ada pohon mangga, ada kolam ikan yang rusak juga. Saya taksir kerugian kira-kira Rp 5 juta. Saya mau minta ganti rugi, kesanggupan beliau (pengemudi truk) seperti apa,” ucapnya.

Berdasarkan pantauan, pasca peristiwa tersebut, arus kendaraan dari arah Serang menuju Cipacung maupun sebaliknya, berangsur normal. Warga setempat secara swadaya membersihkan serpihan kaca kedua mobil yang berbenturan. (Kr)

 

Editor: Irdan

Comments
Loading...