Agustus 2017, Kurikulum Pendidikan 2013 di Kalteng Akan Dilaksanakan

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Kalimantan Tengah mengadakan rapat koordinasi Implementasi kurikulum 2013 semua jenjang, Selasa (18/04) di Kota Palangka Raya. Hal ini dilaksanakan falam rangka menyamakan persepsi tentang Bimbingan Teknis (Bimtek) terhadap Guru Sasaran dan Pendampingan Sekolah Pelaksanaan kurikulum 2013 di semua jenjang pendidikan tahun 2017, serta mengumpulkan dan memverifikasi Daftar Calon Peserta dan Tempat Pelaksanaan kegiatan Bimtek guru sasaran di Kabupaten/Kota di semua jaringan.

Kegiatan yang dilaksanakan sejak tanggal 17 sampai dengan 19 April 2017 ini dihadiri seluruh Kepala Seksi dari masing-masing sekolah di semua jenjang pendidikan yang ada di 14 Kabupaten dan Kota se Kalimantan Tengah. Tidak hanya itu kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pengembangan Kurikulum 2013 Tingkat Kabupaten/Kota jenjang Sekolah Dasar juga dilaksanakan dengan maksud peserta ke depannya mampu menyusun RPP, mampu melatih penyusunan RPP serta mampu menyusun dan melatih penyusunan instrumen penilaian.

Ketua LPMP Kalteng, Krisnayadi Toendan dalam sambutan menyampaikan, LPMP Kalteng akan menunjuk sekolah induk dan sekolah imbas kurikulum 2013 tahun 2017 di semua jenjang pendidikan baik SD, SMP, SMA atau SMK 14 Kabupaten/Kota termasuk Provinsi Kalteng.

“sekolah induk yang ditunjuk ini nantinya akan melatih guru-guru yang menjadi sekolah imbas. misalnya saja sekolah induk yang ditunjuk adalah SMAN 1, maka sekolah inilah nantinya yang akan bertanggunjawab untuk mengimbas kurikulum 2013 ke sekolah lain seperti SMAN 2, SMAN 3 dan seterusnya sebagai sekolah imbas,” jelas Krisnayadi Toendan.

Dia menyampaikan program kurikulum 2013 sejalan dengan program Nawacita dari Pak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang harus diselesaikan dan dituntaskan hingga tahun 2018 nanti. Sehingga perlu adanya strategi khusus bagaimana semua tenaga pengajar di semua jajaran pendidikan se Kalteng mendapatkan pelatihan dan pembelajaran.

Memang tidak mustahil LPMP memanggil semua guru dari semua jenjang pendidikan yang ada di Kalteng untuk mengikuti Bimbingan Teknis atau lain-lain. Namun hal tersebut memerlukan dana yang tidak sedikit (anggaran yang besar.red). Kedua belum tentu pemahaman terkait kurikulum 2013 diserap dengan maksimal.

“Oleh sebab itu, LPMP Kalteng menggunakan pola “Sekolah Imbas”. Dengan harapan Sekolah ini nantinya dapat memanggil Sekolah yang ada di pinggiran atau Daerah terpencil, dan pelatihan lain sebagainya, itu tanggung Sekolah Imbas, dan kami bantu dan kita akan beri subsidi” jelasnya menambahkan.

Berdasarkan Informasinya, total sekolah dari semua jenjang pendidikan baik dari SD, SMP, SMA dan SMK yang ada di Kalteng sebanyak 1.336 sekolah. untuk jenjang pendidikan SD sebanyak 920 sekolah, ada 92 sekolah induk yang ditunjuk sedangkan sekolah imbas sebanyak 828 sekolah se Kalteng.

Untuk jenjang pendidikan Sekolah SMP di Kalteng sebanyak 287 sekolah, ada 54 Sekolah jenjang pendidikan SMP yang ditunjuk sebagai Sekolah Induk, sementara untuk sekolah Imbas yang ditunjuk sebanyak 233 sekolah.

Jenjang pendidikan sekolah SMA sebanyak 82, ada 20 sekolah induk yang ditunjuk, sedangkan sekolah imbas sebanyak 62 sekolah. Dan untuk jenjang pendidikan SMK sebanyak 47 sekolah, ada 13 sekolah yang ditunjuk sebagai sekolah induk sementara 34 sekolah imbas.

“Kita mengharapkan adanya koordinasi dari Dinas baik Provinsi, Kabupaten dan Kota agar mengawal Implementasi kurikulum 2013 ini di Daerah masing-masing. Dan khusus untuk SMA/SMK delegasinya nantinya cukup sampai di Dinas Kabupaten atau Kota saja tidak sampai ke Provinsi, tapi tetap melaporkan ke Provinsi” jelas Krisnayadi menambahkan.

pihaknya berkeinginan kembali, urusan program kurikulum 2013 sudah harus selesai pada bulan Agustus 2017 nanti. Dan diperkirakan terlaksana di awal tahun 2018. Oleh sebab itu, pihak sekolah sendiri harus betul-betul menunjuk instruktur yang bagus, sehingga nantinya dapat bertanggungjawab memberikan pendidikan ke sekolah yang menjadi imbas kurikulum 2013.(arli)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...