409 Rumah di Tubaba Mendapatkan Bantuan Stimulan Rumah Swadaya

MENARAnews, Tubaba (Lampung) – Sebanyak 409 unit rumah di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) akan mendapatkan Bantuan Stimulan Rumah Swadaya yang digulirkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di tahun 2017 ini. Ratusan rumah tidak layak huni tersebut tersebar di enam tiyuh (desa) di dua kecamatan, yakni empat tiyuh di Kecamatan Gunung Terang dan dua tiyuh di Kecamatan Gunung Agung.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman, dan Pertanahan (Perkimta) Kabupaten Tubaba Ir. Abdul Sani, MM, menjelaskan, bantuan tersebut merupakan program nasional dengan target 1 juta rumah.”Ini program pusat melalui APBN. Nah, Provinsi Lampung mendapatkan bantuan stimulan untuk 3000 unit rumah yang tersebar di delapan kabupaten, dan salah satunya adalah Kabupaten Tubaba yang mendapatkan bantuan 409 unit yang tersebar di enam tiyuh di dua kecamatan,”ungkapnya, Rabu (5/4/2017).

Sasaran program ini yakni Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) yang rumahnya tidak layak huni, sehingga diharapkan dengan adanya bantuan ini kondisi rumah penerima menjadi lebih baik dari sebelumnya dan layak dihuni. MBR yang dimaksud, menurut Abdul Sani,  adalah masyarakat yang penghasilan rata rata setahunnya tidak melebihi Upah Minimum Regional Lampung.” Sementara bantuannya nanti berupa uang dan wajib dibelikan alat bangunan rumah. Tapi perlu dipahami bahwa bantuan ini sifatnya hanya untuk memperbaiki rumah yang ada, bukan membangun rumah baru,”terangnya.

Menurut dia, besaran bantuan disesuaikan dengan kriteria rumah penerima yang akan diperbaiki tersebut, masuk dalam kategori berat, sedang, ataukah ringan. Untuk kategori berat bantuannya sebesar Rp15 juta, sedang Rp10 juta, sedangkan untuk yang ringan hanya Rp7,5 juta.”Kalau untuk Tubaba hampir 80% masuk kategori berat dan jika dikalkulasikan total bantuannya sekitar Rp6 miliar. Nantinya, bantuan ini langsung masuk ke rekening penerima yang khusus hanya untuk menerima bantuan itu, sebab setelah bantuan diterima maka rekening ditutup lagi,”bebernya.

Guna memastikan bantuan tersebut tepat sasaran dan bisa dipahami oleh masyarakat khususnya calon penerima, saat ini masih dalam proses pendataan ulang dan sosialisasi.”Sebenarnya sudah di tetapkan oleh pusat nama-nama penerimanya, tapi kalau tidak sesuai masih bisa dirubah dengan catatan tidak keluar dari tiyuh sasaran. Sedangkan untuk realisasinya ke masyarakat (penerima) paling cepat sekitar bulan Juni mendatang,”tandasnya.

Abdul Sani menambahkan, akan ada pendamping dalam pelaksanaan program bantuan tersebut yang akan melakukan pendampingan baik dalam hal tekhnis ataupun administrasi.”Mereka bersifaf independent yang memang sudah memiliki spesifikasi dalam hal pemberdayaan masyarakat. Kita dalam hal ini hanya fasilitator, sedangkan pendamping nanti menjadi tanggungan provinsi,”tukasnya. (JE/RZ)

Comments
Loading...