2017 Pajak Walet Palangka Raya Ditargetkan Rp. 100 juta

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari berbagai bidang, melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), Salah satunya melalui pajak sarang burung walet.

Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi (BPPR) Daerah Kota Palangka Raya Drs Ikhwanudin MSi menjelaskan, dalam sistem perpajakan dikenal dua sistem yang dijalankan, yakni self assessment dan official assessment.

Self assessment yaitu menghitung sendiri kewajibannya sesuai dengan jumlah penghasilan dan harga jual. Sedangkan official assessment yaitu pajak yang telah ditetapkan oleh pemerintah seperti PBB, pajak air tanah, reklamedan lain-lain.

Khusus pajak sarang walet masuk dalam pajak self assessment. yang walaupun sampai saat ini sebenarnya masih sangat kecil. Dimana pada tahun 2016 yang lalu hanya mencapai Rp 60 Juta.

“Untuk tahun 2017 ini, kita menargetkan mencapai Rp100 juta. Kita sangat optimistis untuk target yang akan kita capai,” ujar Ikhwanudin saat dikonfirmasi, Senin (10/04).

Hal tersebut cukup beralasan, dimana realisasi yang telah dicapai sampai bulan Maret 2017 ini telah mencapai 17persen.

“Dengan demikian kita masih punya banyak waktu untuk mencapainya dengan terus bekerja keras,” tambahnya.

Berdasarkan data yang ada, sudah sebanyak 300 pemilik sarang burung walet yang telah menjalankan kewajiban membayar pajak. Selain itu, sudah ada beberapa orang yang kabarnya akan melakukan pendaftaran.

Guna meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membayar pajak, khususnya pajak sarang burung walet, pihaknya terus berupaya melakukan penyuluhan dan sosialisasi walaupun belum mencapai angka maksimal.

Hal yang tak kalah pentingnya adalah memberikan imbauan terkait dengan kewajiban lain yang harus dipenuhi oleh para pemilik sarang burung walet, melalui SKPD terkait.

“Jangan sampai masyarakat hanya taat membayar pajak, tetapi kelengkapan perizinan lainnya diabaikan,” harapnya.(AF)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...