Warga Muara Jaan Portal Jalan Penghubung Ke Arah PT. Meranti Sembada

MENARAnews, Muara Teweh (Kalteng) – Permasalahan antara PT. Meranti Sembada dengan warga Desa Muara Jaan, Kecamatan Barito Utara telah sampai pada puncaknya, dimana saat ini warga telah memasang portal/hinting paling di jalan penghubung ke perusahaan dari Sabtu (25/3).

Nomi, Warga Desa Muara Jaan, mengatakan awal mula permasalahan ini adalah karena pihak manajemen perusahaan menuduh dirinya melakukan penebangan kayu secara ilegal di areal HPH, sedangkan pada faktanya pihaknya tidak melakukan hal tersebut. ‘saya tidak mencuri kayu di wilayah PT. Meranti Sembada, tapi orang lain yang melakukan, kita sudah tahu siapa orangnya, dan sudah dilakukan surat perjanjian dengan orang tersebut,’ tambah Nomi.

Selain itu, menurutnya, PT. Meranti Sembada dianggap telah melakukan aktivitas yang ilegal, dimana perusahaan melakukan penebangan terhadap Kayu Tengkawang sebanyak 2 pohon. Sedangkan kayu tengkawang merupakan jenis kayu asli Kalimantan yang dilindungi Negara denga Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999. Permasalahan lainnya dari perusahaan adalah adanya penebangan Pohon Meranti dan Kruwing sebanyak 16 pohon atau sekitar 221 kubik di lahan miliknya yang masuk ke wilayah HPH tanpa dilakukan penarikan atau hanya dibiarkan teronggok sampai membusuk.

“Dari sekian banyaknya permasalahan yang ada, kita sebenarnya sudah mempunyai itikad baik mendatangi perusahaan untuk negosiasi, akan tetapi tidak pernah digubris, itu sebabnnya hinting pali kami lakukan,” terang pria kelahiran 1971.

Adapun tuntutan dari pihak masyarakat Desa Muara Jaan antara lain meminta perusahaan memulihkan nama baik warga Desa Muara Jaan terkait tuduhan pencurian kayu, meminta ganti rugi terhadap penebangan 16 pohon yang dilakukan oleh perusahaan setara Rp. 170 juta dan meminta perusahaan untuk melakukan mediasi dengan pihak masyarakat. (Adr)

Editor: Hidayat

Comments
Loading...