Wagub Kalteng Berbagi Kebahagian Bersama Siswa MIN Kereng Bangkirai

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Sekitar 100 lebih siswa-siswi tidak mampu dan anak yatim yang bersekolah di Madrasah Ibtidaiah Negeri (MIN) Kereng Bangkirai Kota Palangka Raya menerima santunan yang diberikan secara langsung oleh Wakil Gubernur Kalteng, Habib Said Ismail, Jum’at (17/03).

Santunan diberikan ketika merayakan hari ulang tahun anak bungsunya yakni Syarifah Annisa yang dirayakan secara sederhana bersama guru dan orang tua siswa yang kebetulan mengantar anaknya.

Tidak hanya itu, kegiatan acara syukuran juga dibungkus dengan kegiatan pemberian doorprize dengan hadiah utama satu unit sepeda ke dua siswa yang beruntung, salah satunya siswa kelas IV bernama Lucy membawa satu unit sepeda ke rumah.

“Senang sekali, sepedanya buat dipakai berangkat sekolah,” ujar Lucy.

Kepala Sekolah MIN Kereng Bangkirai, Saiful Anwar usai kegiatan menyampaikan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan syukuran, sehingga menambah dan memperkuat tali silaturrahmi antara guru dan orang tua siswa.

“Tadi pak Wakil Gubernur Kalteng juga memberikan bantuan kepada siswa, dan mudah-mudahan bantuan yang diberikan itu tadi bermanfaat bagi siswa,” jelas Saiful Anwar.

Wakil Gubernur Kalteng, Habib Said Ismail ketika diwawancarai menyampaikan, meski sudah menjabat sebagai salah satu pimpinan daerah, ketika kebetulan berada di Palangka Raya atau tidak sedang menjalankan tugas, dia rutin mengantar anaknya ke sekolah.

“Sebelumnya kita sudah bicarakan dengan guru-guru yang ada, pas hari ini ada kegiatan jalan sehat di sekolah. Lalu saya sampaikan sekalian saja dilaksanakan acara syukuran ulang tahun anak saya,” ujar Habib Said Ismail.

Tujuan terselenggaranya kegiatan, katanya dimaksudkan agar dirinya selaku orang tua ingin mengajarkan kepada anak-anak bagaimana tentang nilai kesederhanaan. Ujarnya lagi, bukan zamannya lagi pesta pora dan gedung-gedung untuk memperingati ulang tahun.

Tetapi bagaimana kegiatan ini ajang untuk saling berbagi rezeki, berbagi kebahagiaan dengan orang lain dan saling berkumpul bersama dengan satu harapan untuk bisa bersama-sama mendo’akan.

“Makanya tadi kita langsung suruh anak untuk membagikannya kepada anak-anak tidak mampu sehingga kita bisa mengajarkannya untuk saling berbagi dan ini merupakan pelajaran penting buat anak saya selaku pribadi dan juga keluarga saya,” paparnya menambahakan.

Ketika disinggung terkait adanya anggapan banyak orang, biasanya pejabat lebih kebanyakan menyekolahkan anaknya di luar daerah atau di tempat populer lainnya, dijelaskanya, bahwa pendidikan tidak dilihat dari sekolahnya dimana, populer apa tidak. Tapi lebih kepada bagaimana anak itu sendiri mengikuti kegiatan proses belajar mengajar sehari-harinya. Meski ia mengaku banyak menerima tawaran dari pihak sekolah untuk memasukkan anaknya ke sekolah yang lebih dekat atau populer.

“Saya lihat disini tidak kalah dengan sekolah lain, ngajinya bagus kegiatan ekstrakulikulernya bagus, dan hubungan guru dengan kita dari dulu waktu saya menjabat sebagai Anggota DPRD sudah bagus,” tutupnya.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...