UNHAN dan UPR Tandatangani Nota Kesepahaman

MENARAnews, Palangka Raya (Kalteng) – Dalam rangka pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas serta pengembangan ketahanan di berbagai bidang sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat Indonesia yang lebih baik lagi ke depan, Universitas Pertahanan Indonesia (UNHAN) bersama Universitas Palangka Raya (UPR) melakukan penandatangan nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU), Rabu (23/03) Aula Kantor Rektor UPR di Kota Palangka Raya.

Ketua Rektor UPR Ferdinand menyampaikan rasa syukur dan aspirasi yang setinggi-tingginya atas kepercayaan dari unsur pimpinan UNHAN yang telah melakukan kerjasama dengan Universitas Palangka Raya.

“Pertama kuliah di sana bisa gratis dan berbagai bidang ilmu bisa masuk di UNHAN. Hal ini menjadi sesuatu yang istimewa di Indonesia, bahkan nanti akan dibiayayai untuk keluar negeri yang dibiayayai pihak Universitas,” jelas Ferdinand ketika diwawancarai media.

Pantauan di lapangan, unsur Pimpinan UNHAN yang hadir dalam pelaksananaan kegiatan penandatanganan kerjasama dengan pihak UPR dilakukan langsung oleh Rektor UNHAN, Letjen TNI I Wayan Midio bersama romobongan diantaranya Laksda Supartono, Kol. Arh Budi Pramono, dan Muhammad Halim.

Letjen TNI I Wayan Midio ketika diwawancarai menjelaskan dasar dilaksanakannya penandatanganan kerjasama ini yakni dalam rangka pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Pertama Dharma Pendidikan yang mana UNHAN menawarkan kepada tenaga pendidik atau Dosen di UPR untuk bisa kuliah mengambil Strata-2 (S2).

“Karena kami mengembangkan Ilmu Pertahanan dengan konsep Bela Negara, dan diberikan beasiswa kepada 10 mahasiswa pasca sarjana bukan hanya Dosen saja termasuk masyarakat di Kalimantan Tengah baik TNI, Polri, PNS atau Masyarakat Umum yang akan menjadi Calon Mahasiswa di UNHAN,” jelas I Wayan Midio.

Kedua program Dharma Penelitian. Lanjutnya, dimana penelitian nantinya juga dijadikan basis di dalam perguruan tinggi di UNHAN untuk menghasilkan karya ilmiah. Dan terakhir Dharma Pengabdian kepada masyarakat, dimana UNHAN nanti dapat mengunjungi suatu wilayah seperti di Kalteng dalam rangka pengabdian kepada masyarakat.

Tentunya tugas kerja dalam Negeri untuk melakukan kerjasama melaksanakan seminar Bela Negara, dan tidak menutup kemungkinan kedepannya dengan adanya kerjasama ini, UNHAN akan melaksanakan kegiatan mengajar di Kalimantan Tengah.

“Itulah tiga Tri Dharma yang bisa kita kembangkan di sini. Prinsipnya kami siap menampung semua masyarakat Kalimantan Tengah untuk dididik dengan konsep-konsep bela negara dan ilmu pertahanan, meski termasuk ilmu yang baru, seperti pertahanan militer, dan pertahanan non militer,” paparnya menambahkan.

Saat ini ancaman nyata yang dihadapi Negara Indonesia cukup konkrit baik itu ancaman tidak nyata seperti perang dan ancaman nyata seperti separatis masih ada, gerakan fundamentalis (Kekerasan), pelanggaran wilayah, masalah hukum, kemiskinan, Narkoba yang menjadi masalah semuanya akan dibahas.

“Kita juga memiliki ekonomi pertahanan juga ada, dan keamanan energi. Kerjasama juga sudah dilakukan dengan 13 Perguruan Tinggi di 13 Provinsi yang ada di Indonesia termasuk Provinsi Kalimantan Tengah, dan Mahasiswa berasal dari 24 Provinsi. Dan saya menyesal juga kenapa baru sekarang datang ke Kalimantan Tengah,” paparnya menambahkan.

Dia juga menginformasikan, 13 Provinsi yang sudah melakukan kerjasama dengan UNHAN diantaranya Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, DKI Jakarta, Riau, Kalimantan Timur, Yogyakarta, dan Bali. UNHAN setiap tahunnya mampu menampung mahasiswa maksimal 300 orang dikarenakan anggaran yang terbatas.(arli)

Editor : Hidayat

Comments
Loading...