Terhambat HGU, Pembangunan Jalan Terhambat

MENARAnews, Sampit (Kalteng) – Pembangunan jalan di lima desa Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur harus terhambat lantaran masuk dalam kawasan HGU perkebunan kelapa sawit di wilayah tersebut.

Anggota Komisi II DPRD Kotim, Alexius Esliter Selasa (14/3/2017) diruang kerjanya mengatakan, lima desa yang akses daratnya itu belum terhubung yakni Desa Camba, Soren, Simpur, Rasau Tumbuh dan Palangan.

Sehingga agar ada akses jalan di sana warga secara gotong royong menebang sendiri pohon-pohon yang ada di jalan itu bersama Alexius sendiri dan aparat pemerintah desa setempat.

Dikatakan Alexius pekan lalu mereka sudah membuka badan jalan sepanjang 6 Km yang menghubungkan Camba-Simpur. Tinggal selanjutnya yang akan mereka garap menghubungkan Simpur-Soren sepanjang 4 km, Simpur-Rasau Tumbuh 2 km dan Rasau Tumbuh-Palangan 6 Km.

“Yang kami buat bersama itu hanya badan jalannya saja, karena proyek pemerintah tidak bisa masuk mengingat di situ masuk kawasan HGU PT Globalindo Alam Perkasa,”kata Alexius.

Padahal menurut Alexius badan jalan itu mulai digarap dulunya pada 1992. Karena terhambat HGU itu tidak bisa dilanjutkan dan warga harus gotong royong sendiri membangunnya agar lima desa itu bisa terhubung.

Meski demikian menurut Alexius dalam waktu dekat mereka akan memanggil pihak kecamatan dan instansi terkait untuk membahas masalah tersebut, agar ada solusi dan pembangunan bisa terlaksana di sana.

“Nanti kita jadwalkan untuk dilakukan pengukuran ulang supaya tahu karena perjanjian awal PT GAP siap menggeser 2 km dari badan jalan, namun saat terbit HGU ternyata jalan itu masuk dalam HGU mereka,”pungkas Alexius.(kontributor)

Editor: Hidayat

 

Comments
Loading...