Tangkap Siwaji Raja Lagi, Polrestabes Medan Dituding Langgar Hukum

MENARAnews, Medan (Sumut) – Tim pengacara Siwaji Raja memprotes penangkapan kliennya kembali. Mereka menuding penyidik telah bertindak sewenang-wenang dan melanggar hukum.

“Nggak usah dianalisa panjang lebar. Tindakan penyidik merupakan bentuk kriminalisasi, perbuatan sewenang-wenang, dan melanggar hukum,” kata pengacara Raja, Elza Syarief, Jumat (17/03/2017).

Menurut Elza, kliennya ditahan sejak 24 Januari 2017 sebelum akhirnya dibebaskan dari tahanan setelah permohonan praperadilannya dikabulkan Pengadilan Negeri (PN) Medan pada 13 Maret 2017.

Yang begitu sayangkan, baru saja keluar dari gerbang Mapolreatabes Medan, kliennya ditangkap kembali. Alasan kenapa Ketua Parisada Hindu itu kembali ditangkap karena polisi memiliki alat bukti baru. Sehingga Siwaji kembali menjadi tersangka yang diduga sebagai otak pelaku kasus pembunuhan Indra Gunawan alias Kuna.

“Bukti baru yang mana? Ingat, saksi au de tum tidak bisa digunakan sebagai bukti,” ujar Elza.

Elza menuturkan, polisi telah mencederai ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia. Kliennya kembali ditangkap dan ditahan tidak sampai 1×24 jam pasca keluarnya putusan hakim praperadilan PN Medan.

“Polrestabes Medan sebagai termohon belum melaksanakan seluruh isi putusan pengadilan. Belum ada rehabilitasi nama baik dan tidak membayar uang pengganti 1 juta kepada kami. Tapi, klien kami langsung ditangkap lagi,” katanya.

Karena tindakan itu, polisi dituding tidak menghormati keputusan pengadilan. Elza bersama timnya berenvana akan mengadukan masalah ini ke Presiden, kapolri, Kabareskrim Propam Polri dan Kompolnas.  Mereka juga akan melaporkan kasus kriminalisasi ini ke Komnas HAM karena mengaraj pada pelanggaran HAM.

“Dahsyatnya lagi yang melecehkan hukum, penegak hukum. Karenanya kami juga berencana melakukan hearing dengan komisi III DPR. Tentu kami juga akan kembali mengajukan praperadilan,” tukas Elza. (Yug)

Comments
Loading...