Simpatik Toba 2017, 2.594 ASN Lakukan Pelanggaran Lalu Lintas

MENARAnews, Medan (Sumut) – Operasi Simpatik Toba 2017 sudah berakhir setelah dilaksanakan selama tiga pekan. Dalam kururn waktu itu, Polda Sumut mencatat, ada 60 orang yang tewas karena melanggar peraturan lalu lintas. Operasi ini dilakukan sejak 1 Maret sampai 21 Maret 2017.

Selain korban tewas, Polda Sumut juga mencatat ada 59 orang korban luka berat dan 6.167 orang luka ringan.

Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan menjelaskan, selain laka lantas, pihaknya juga mencatat ada 38.604 berkas pelanggaran lalu lintas.

Untuk penindakan terhadap jenis pelanggaran lalu lintas kendaraan roda dua sebanyak 31.119 unit, mobil penumpang 4.184 unit, mobil bus 1.052 unit, mobil barang 2.204 unit dan kendaraan khusus 45 unit.

“Untuk para pelaku yang melakukan pelanggaran Apartur Sipinil Negara (ASN) sebanyak 2.549 orang, karyawan swasta 17.218 orang, pelajar atau mahasiswa 10.274 orang, pengemudi 2.795 orang, TNI 38 orang, Polri 75 orang, dan lain-lain 4.655 orang,” jelasnya Rabu (22/03/2017).

Operasi Simpatik Toba menekankan penindakan  ‎dengan sikap preentif dan preventif melalui pengaturan, penjagaan dan patroli lalulintas.  Didukung juga dengan kegiatan refresif melalui teguran simpatik dan  penegakkan hukum secara selektif prioritas untuk mewujudkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap UULAJ dengan Polantas sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial diruang publik berusaha mewujudkan kamseltibcarlantas.

Dari semuanya, pelanggar peraturan di dominasi berumur 21 hingga 25 tahun.

“Untuk Dikmas Lalu lintas selama Operasi Simpatik penyuluhan / penerangan sebanyak 5.411 kali, penyebaran brosur pemasangan spanduk berisikan tulisan tertib lalulintas sebanyak 5.349 kali, program keamanan lantas 1.092 kali, program keselamatan lantas 1.975 kali. Untuk giat lalu lintas dalam  pengaturan lantas 11.115 kali, pengawalan lantas 199 kali dan patrol lantas 4.190 kali,” tandasnya. (yug)

Comments
Loading...