SIEJ : Pemberitaan Terkait Perubahan Iklim Harus Lebih Bermanfaatnya

MENARAnews, Medan (Sumut) – Perubahan iklim adalah suatu fenomena yang saat ini tengah banyak disorot. Pemberitaan mengenai hal tersebut sering dijumpai diberbagai media, baik cetak maupun online. Namun berbagai pemberitaan yang ada cenderung mengarah ke hal-hal yang sangat umum. Akibatnya banyak yang pemberitaan yang cenderung memberikan manfaat yang relatif tidak terlalu signifikan.

“Media harus menyajikan pemberitaan yang lebih bermanfaat. Hal tersebut harusnya menjadi otokritik bagi kita para pewarta berita”, ujar Abdi Purnomo selaku Dewan Pengawas Society of Indonesian Environmental Jurnalist (SIEJ), dalam kegiatan Sarasehan bertemakan Perubahan Iklim dalam Kongres Masyarakat Adat Nusantara (KMAN) ke 5, di Medan pada Kamis, (16/3/2017).

SIEJ selaku salah satu wadah bagi jurnalis pemerhati lingkungan menilai, kurang mendalamnya pemberitaan terkait perubahan iklim terjadi karena media atau wartawan tidak semuanya mempunyai kompetensi yang memadai tentang perubahan iklim.

Hal ini membuat mayoritas media hanya memberitakan akibat dari perubahan iklim, seperti apa, kapan, dimana atau berapa jumlah korban. Namun hal-hal yang menyangkut penyebab dari perubahan iklim tersebut kurang mendapat porsi yang tepat.

Abdi mencontohkan jika salah satu akibat perubahan iklim, terjadinya bencana seperti puting beliung. Saat bencana seperti itu terjadi, media biasanya hanya memberitakan apa yang terjadi, kapan kejadian atau berapa korbannya. Namunbagaimana agak dikesampingkan. Padahal menurutnya, manfaat yang dihasilkan oleh pemberitaan mengenai penyebab terjadinya bencana akan lebih bermanfaat. Karena dengan pemberitaan demikian, masyarakat bisa melakukan tindak pencegahan sedini mungkin. Atau bahkan pemerintah juga bisa mendapatkan pertimbangan dalam merumuskan langkah atau kebijakan yang diambil untuk meminimalisir potensi bencana.

Karena itu, Abdi menerangkan perlunya kerjasama antara awak media dengan lembaga-lembaga yang konsen terhadap permasalahan lingkungan, untuk bersama-sama mendiskusikan hal-hal terkait isu perubahan iklim. Hal tersebut dinilai merupakan salah satu langkah untuk menambah kompetensi wartawan, yang pada akhirnya juga akan menghasilkan berita yang lebih bermanfaat.

“Bahkan bukan tidak mungkin jika ada kolaborasi yang baik, wartawan dan LSM bisa merekomendasikan banyak hal kepada berbagai pihak mengenai apa yang harus dilakukan kedepan untuk mengurangi efek perubahan iklim ini”, ujar Abdi yang juga seorang wartawan salah satu media nasional tersebut tersebut. (Kar)

Comments
Loading...